Sukses

Apakah Berbuka Memang Harus dengan yang Manis?

Berbuka puasa dengan makanan atau minuman manis dinilai dapat langsung memberikan energi. Tapi, apakah itu benar? Temukan jawabannya di sini.

Berbukalah dengan yang manis. Itu merupakan slogan yang sering kita dengar sebagai saran berbuka puasa. Slogan tersebut tidak sepenuhnya salah, namun, kita harus lebih teliti lagi untuk menerjemahkan slogan tersebut dalam menu makanan berbuka kita.

Pada saat menjelang berbuka puasa, kadar gula darah, cairan dan elektrolit dalam tubuh kita biasanya memang sudah sangat rendah. Untuk itulah pada saat berbuka puasa, kita memang dianjurkan untuk berbuka dengan makanan atau minuman yang dapat mengatasi dahaga, seperti air putih dan sumber karbohidrat sederhana yang dapat mengembalikan kadar gula dalam darah dengan cepat. Kita juga dianjurkan untuk berbuka dengan makanan atau minuman manis, untuk kemudian melanjutkan dengan makanan utama yang sehat.

Namun, yang sering terjadi adalah ketika berbuka puasa, kita menyantap makanan dan minuman yang manis yang sering kali tidak padat, di antaranya manisan, makanan bersalut gula, dan minuman sirop gula. Sehingga meskipun kadar gula darah dalam tubuh segera meningkat, namun tubuh masih merasa lapar dan malah semakin menginginkan makanan dan minuman yang manis.

Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menegaskan bahwa rekomendasi kebutuhan tubuh akan gula adalah 5% dari total asupan kebutuhan kalorinya.  Misalnya kebutuhan kalori tubuh adalah 2000 kalori, maka kebutuhan gulanya adalah 25,8 gram per hari. Oleh karena itu, meskipun sedang berpuasa, usahakanlah agar kebutuhan gula tubuh Anda tidak berlebihan sehingga Anda tidak mengalami kenaikan berat badan berlebih saat bulan puasa.

Berikut adalah beberapa kiat memilih makanan dan minuman berbuka dengan bijaksana:

  • Jika sudah mengonsumsi makanan manis, maka sebaiknya hindari minuman yang manis. Batasi konsumsi makanan dan minuman manis agar tidak berlebihan.
  • Pilihlah makanan dengan karbohidrat kompleks dan tinggi serat, seperti ubi, gandum, kentang dengan kulit, sayur, dan buah. Karbohidrat kompleks dan serat dapat memberikan cadangan energi lebih lama dan tidak membuat tubuh cepat lapar.
  • Anda dapat mengganti gula biasa dengan madu. Penelitian yang dilakukan oleh Islamic Establishment for Education di Dubai menunjukkan bahwa konsumsi madu alami dapat menurunkan kadar lemak dalam darah. Setelah konsumsi 75gr madu alami dalam 250mL air selama 15 hari ditemukan bahwa kadar kolesterol total, kolesterol jahat dan trigliserida menurun. Kenaikan kadar gula dalam darah juga tidak setinggi bila mengonsumsi gula biasa dan tidak menyebabkan kenaikan berat badan jika dibandingkan dengan konsumsi gula biasa. 

0 Komentar

Belum ada komentar