Sukses

Mitos Merokok dan Kegagahan Pria

Pria yang merokok sering kali dikatakan sebagai pria yang gagah. Namun, benarkah demikian? Ketahui mitos merokok dan kegagahan pria bersama dr. Vito A. Damay, Sp.JP, M.Kes, FIHA, FICA berikut ini.

Merokok pada umumnya dilakukan oleh pria. Pria yang merokok mungkin dilihat gagah oleh sebagian orang. Padahal, merokok justru dapat berakibat buruk bagi kesehatan jantung, dan kesehatan jantung akan berdampak pula pada kegagahan pria.

Kebiasaan merokok, penyakit jantung dan impotensi memiliki keterkaitan yang erat. Orang yang merokok memiliki risiko tinggi untuk terserang penyakit jantung dan penyakit pembuluh darah, bahkan impotensi sebagai komplikasinya.

Dengan kata lain, merokok justru malah akan membuat kegagahan pada pria menghilang karena merokok dapat menimbulkan impotensi sebagai komplikasi dari penyakit jantung dan pembuluh darah.

Impotensi atau disfungsi ereksi (DE) adalah ketidakmampuan pria mencapai atau mempertahankan ereksi yang memungkinkan terjadinya hubungan seksual.

Disfungsi ereksi, 50-60% berhubungan dengan penyakit jantung dan pembuluh darah pada penderia usia 60 tahun. Survey pada populasi laki-laki yang berusia 40 tahunan menemukan bahwa perokok berisiko mengalami disfungsi ereksi (DE) 60% lebih tinggi dibandingkan dengan pria yang tidak merokok.

Di samping itu, survey John Hopkins University juga menemukan bahwa 90% di antara penderita disfungsi ereksi (DE) memiliki setidaknya satu faktor risiko utama penyakit jantung koroner, yakni darah tinggi, kolesterol tinggi, ataupun kencing manis.

Secara ilmiah praktis, pria yang merokok merupakan salah satu populasi utama yang berisiko tinggi untuk mengalami aterosklerosis atau pembentukan plak yang mengakibatkan gangguan aliran pembuluh darah, termasuk pembuluh darah jantung dan pembuluh darah ke alat vital (penis).

Aterosklerosis dapat menyebabkan gangguan sirkulasi darah di penis sehingga dapat mengganggu fungsi ereksi. Penyempitan pembuluh darah di jantung menyebabkan tingginya risiko serangan jantung atau kematian mendadak.

Seandainya penderita selamat dari serangan jantung, tetap saja pada suatu masa akan mengalami kegagalan fungsi jantung. Kegagalan fungsi jantung memberikan dampak cepat lelah dan mudah sesak napas yang tentunya akan mempengaruhi kegagahan pria di atas ranjang.

Iklan rokok pada umumnya memang menggambarkan kegagahan seorang pria. Namun, berbagai iklan rokok tersebut luput untuk menampilkan fakta bahwa seorang pria yang merokok berisiko tinggi terkena penyakit jantung dan impotensi.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa merokok, penyakit jantung dan impotensi memiliki keterkaitan yang sangat erat karena perokok berisiko tinggi untuk terserang penyakit jantung dan penyakit pembuluh darah, serta impotensi sebagai salah satu komplikasinya.

0 Komentar

Belum ada komentar