Sukses

Jantung Sering Berdebar-debar? Waspada Penyakit Ini!

Apakah jantung Anda sering berdebar-debar tidak menentu? Apakah detak jantung Anda kadang cepat kadang melambat? Hati-hati! Simak ulasan dari dr. Vito A. Damay, Sp.JP, M.Kes, FIHA, FICA berikut ini.

Detak jantung dipengaruhi oleh aktivitas listrik jantung yang dihantarkan secara teratur sehingga detaknya mengikuti sebuah irama yang konstan. Pada beberapa kondisi, detak jantung yang terjadi dapat bertambah cepat ataupun melambat.

Gangguan irama detak jantung yang paling sering ditemukan adalah Atrial fibrilasi. Pada populasi umum, kejadian ini berkisar antara 1-2%. Sedangkan pada kelompok orang-orang yang lebih tua, kejadian gangguan irama jantung tipe ini dapat meningkat hingga 10-20%.

Di Amerika diperkirakan sekitar 2,2 juta orang mengalami atrial fibrilasi. Massimo Zoni-Berisso dalam Clinical Epidemiology memperkirakan pada tahun 2030 akan terdapat 14-17 juta kasus Atrial fibrilasi, dengan estimasi kasus baru per tahun sekitar 120,000-215,000 kasus.

Apa saja Gejala Atrial Fibrilasi?

Keluhan jantung berdebar, detak jantung dirasakan tidak beraturan, pusing atau cepat lelah merupakan gejala yang membawa seseorang untuk memeriksakan dirinya ke dokter. Bahayanya, atrial fibrilasi ini sering kali terjadi dengan sangat tenang dan tidak dirasakan oleh penderitanya hingga suatu saat dapat menyebabkan stroke pada penderita.

Apa hubungan atrial fibrilasi dan stroke?

Atrial fibrilasi merupakan salah satu penyebab stroke. Risiko stroke akan meningkat 5 hingga 7 kali lipat pada penderita kelainan irama jantung ini. Atrial fibrilasi akan menyebabkan detak jantung tidak beraturan, menimbulkan aliran darah abnormal dalam rongga jantung hingga cenderung membentuk bekuan darah. Bekuan darah dari jantung ini dapat menyumbat aliran di pembuluh darah otak.

Bagaimana Atrial fibrilasi ini dideteksi?

Pemeriksaan dokter dapat mendeteksi kelainan irama jantung ini, ditunjang dengan alat diagnostik rekam jantung; Elektrokardiografi (EKG) dan Holter monitor. Pemeriksaan menggunakan alat tersebut merupakan jenis pemeriksaan yang paling sering ditemukan di berbagai rumah sakit di Indonesia. Elektrokardiografi bahkan juga terdapat di banyak klinik dan PUSKESMAS. Saat ini di rumah sakit besar yang ada di kota-kota besar Indonesia mungkin menyediakan EKG tanpa kabel yang memungkinkan alat tersebut memantau irama jantung pasien dalam durasi yang lebih lama.

Bagaimana penanganan atrial fibrilasi ini?

Bagi Anda yang mengalami atrial fibrilasi, Anda akan membutuhkan obat pengencer darah untuk mencegah stroke. Obat pengencer darah dapat menurunkan risiko stroke pada penderita hingga 67% dan menurunkan risiko kematian 26%, dibandingkan pada penderita yang tidak menggunakan obat pengencer darah. Pemberian obat ini tentunya juga bergantung pada penilaian klinis saat Anda diperiksa oleh dokter.

Anda juga mungkin akan diberikan obat-obatan untuk mengendalikan irama atau laju jantung Anda. Selain itu, terdapat metode medis menggunakan alat untuk mengendalikan laju atau irama jantung ini apabila kriteria penderita sesuai dengan indikasi. Pemeriksaan jantung juga sebaiknya dilakukan untuk mengetahui kelainan lain yang mungkin menyebabkan kelainan irama jantung, seperti penyakit jantung koroner, atau pembengkakan jantung.  

0 Komentar

Belum ada komentar