Sukses

Kunyit Sebagai Obat Kanker Alami

Kunyit, siapa yang tidak kenal bumbu dapur yang satu ini. Kunyit, selain digunakan sebagai bumbu dapur, ternyata juga bermanfaat sebagai obat kanker alami, lho! Simak info medis dari drg. Martha Mozartha berikut ini.

Kuliner di Indonesia terkenal akan rasa yang begitu kaya, karena hasil dari perpaduan berbagai macam rempah-rempah yang tumbuh subur di negara kita. Maka siapa yang tidak mengenal kunyit? Rempah yang satu ini begitu familier di setiap kalangan, dan kerap digunakan pada setiap jenis masakan di berbagai daerah di Indonesia.

Selain sebagai bumbu masak dan bahan pangan, kunyit ternyata juga memiliki banyak manfaat lainnya. Salah satu manfaat kunyit adalah sebagai jamu serta obat tradisional, terutama di daerah pedesaan negara-negara di Asia. Tidak hanya itu, kunyit bahkan dimasukkan dalam daftar prioritas WHO (World Health Organization) sebagai tanaman obat yang paling banyak digunakan di beberapa negara.

Khasiat kunyit terletak pada rimpangnya, yang mengandung pigmen kuning terang dan menjadi warna khas dari kunyit. Pigmen tersebut disebut kurkuminoid, suatu senyawa polifenol yang komponen utamanya adalah kurkumin serta turunannya, yaitu demetoksikurkumin dan bisdemetoksikurkumin.

Berbagai penelitian ilmiah menyatakan bahwa kurkumin serta minyak atsiri yang terkandung dalam kunyit memiliki peranan sebagai antioksidan, antitumor, antiracun, berpotensi sebagai zat antikanker dan pencegah penyakit Alzheimer. Selain itu, kurkumin dan minyak atsiri ini juga diyakini dapat berfungsi sebagai antimikroba yang menghambat pertumbuhan bakteri, parasit dan jamur pathogen, serta sederet manfaat lainnya.

Di bidang kedokteran gigi, kunyit juga sudah banyak diteliti dan dikembangkan sebagai obat anti-inflamasi, yaitu pada kasus-kasus peradangan gusi dan peradangan pada jaringan pendukung gigi, sebagai obat kumur, serta obat anti-karsinogenik yang terbukti cukup efektif dalam mengobat lesi pra kanker (Oral Lichen Planus).

Belum lama ini, University of Brighton menerima tambahan dana dari Newton Institutional Links untuk digunakan pada riset mencari cara baru untuk memformulasikan kunyit sebagai obat antikanker.

Perlu diketahui, kurkumin dalam bentuk tablet atau kapsul sulit untuk diserap oleh tubuh, karena memiliki kelarutan yang rendah. Oleh karena itu, riset ini dilakukan untuk mengembangkan kapsul berisi kurkumin agar lebih mudah untuk dicerna, bersifat stabil dan aman. Proyek ini bekerja sama dengan Vietnam Academy of Science and Technology, dengan menggunakan kunyit yang di kultivasi di Vietnam. Proyek riset ini direncanakan selesai dalam waktu 2 tahun, menggunakan bahan-bahan yang tersedia di pasaran lokal, dan akan dipasarkan secara global.

Semoga penelitian ini membuahkan hasil yang baik, sehingga kita bisa benar-benar mendapatkan manfaat kunyit sebagai obat alami untuk melawan kanker.

0 Komentar

Belum ada komentar