Sukses

Aturan Membekukan Makanan di Freezer

Membekukan makanan di freezer memang praktis dan hemat. Tapi, perhatikan rambu-rambunya agar kesehatan diri serta keluarga tetap terjaga.

Membekukan makanan di freezer adalah praktik yang sering dilakukan oleh banyak orang, terutama ibu rumah tangga. Membekukan makanan tentunya akan menghemat energi untuk membeli maupun menyiapkannya, dan makanan tersebut segera siap saji saat diinginkan. Sebagai contohnya, ibu rumah tangga yang membekukan daging dan lauk yang berlebih, agar saat ingin dikonsumsi mereka tidak perlu repot membeli lagi ataupun memasaknya.

Sayangnya, Anda tidak bisa sembarangan membekukan makanan di freezer. Salah-salah, justru makanan Anda dapat mengakumulasi banyak kuman yang dapat mengganggu kesehatan! Kenali teori serta aturan-aturan di bawah ini agar dapat membekukan makanan di freezer dengan aman:

1. Jenis makanan apa yang dapat dibekukan?

Sebenarnya jenis makanan apa pun dapat dibekukan, kecuali makanan dalam kaleng serta telur di dalam cangkangnya. Perhatikan, meskipun bisa dibekukan secara aman, belum tentu kualitasnya akan tetap sama baiknya pasca dicairkan kembali (contohnya, kegurihan makanan yang semakin menurun). Hal ini terutama berlaku bagi makanan yang mengandung banyak air/ bersifat lembap.

2. Apakah makanan yang pernah dibekukan aman untuk dimakan?

Bila makanan dibekukan pada suhu 0 derajat secara konstan, maka makanan tersebut aman. Kuman tidak dapat berkembang pada kondisi makanan beku. Hal itu pula yang menjadi tujuan utama membekukan makanan, makanan beku dapat tahan lebih lama karena dapat mencegah pertumbuhan kuman di makanan. Namun tetap saja, pembekuan yang terlalu lama berisiko menurunkan kualitas makanan, apalagi bila disimpan pada freezer yang sering kali dibuka (menyebabkan suhu tidak konstan 0 derajat). Teliti makanan yang sudah dibekukan dalam jangka waktu lama secara saksama sebelum dikonsumsi, misalnya dalam hal bau, warna, dan tampilan.

3. Apakah proses pembekuan akan menghancurkan kuman?

Hal ini tidak tepat, sebab pembekuan hanya membuat kuman tidak aktif. Bila sebelumnya telah ada kuman pada makanan, maka saat dicairkan kuman ini bisa menjadi aktif kembali.  Untuk itu, penting bagi Anda untuk mencairkan makanan beku dengan cara yang baik, dan kemudian menghangatkannya kembali dengan menyeluruh.

4. Bagaimana pengemasan makanan beku yang baik?

Pengemasan yang baik dapat mempertahankan kualitas makanan beku. Ciri-ciri pengemasan yang baik adalah kedap udara.

5. Bagaimana cara mencairkan makanan beku dengan semestinya?

Jangan cairkan makanan beku dari freezer dengan menaruhnya di lantai, meja yang tidak bersih, serta dalam sembarang plastik. Metode ini dapat menyebabkan makanan terkontaminasi kuman. Terdapat tiga cara aman mencairkan makanan, yaitu di kulkas (non area freezer), direndam dalam air suhu normal, dan di microwave. Kantong pembungkus dari makanan yang sedang dicairkan juga tidak boleh bocor, karena kebocoran dapat menyebabkan absorpsi air yang mengubah sifat dan mengontaminasinya dengan kuman. Bila mencairkan makanan menggunakan microwave, sebaiknya segera masak kembali dalam waktu singkat karena microwave kemungkinan dapat menyebabkan sebagian area makanan tidak sengaja ‘termasak’.

Tidak dimungkiri, masih banyak orang yang merasa tidak yakin dengan keamanan makanan beku yang disimpan bahkan di freezer rumah mereka sendiri. Tenang saja, asalkan Anda mengerti bagaimana cara menyimpan makanan beku dan menjaganya agar tetap aman, Anda tidak perlu khawatir dan Anda tetap bisa menjaga kesehatan diri serta keluarga.

0 Komentar

Belum ada komentar