Sukses

Gigi Retak atau Patah? Ini Cara Menanganinya

Gigi retak atau patah merupakan masalah rongga mulut yang sering kali terjadi tanpa disadari. Sebenarnya, apa penyebab masalah gigi retak dan bagaimana cara menanganinya? Berikut info medis dari dr. Callista Argentina.

Gigi sebenarnya mempunyai struktur jaringan yang sangat kuat. Namun, gigi juga bisa patah menjadi bagian kecil, retak, ataupun terbelah. Hal tersebut bisa terjadi karena beberapa sebab, yakni:

  1. Menggigit sesuatu/makanan yang keras.
  2. Terkena pukulan di daerah wajah atau mulut.
  3. Jatuh.
  4. Memiliki karies gigi yang melemahkan struktur gigi.
  5. Memiliki tambalan amalgam yang besar dan sudah lama, sehingga tak lagi mendukung sisa email gigi yang ada.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya gigi retak, antara lain:

  • Jangan mengunyah benda yang keras, seperti es batu, popcorn yang tidak matang, menggigiti pulpen ataupun pensil.
  • Jangan menggiling dan menggeretakkan gigi Anda.
  • Jika Anda menggeretakkan gigi Anda saat tidur, hubungi dokter gigi Anda untuk mendapatkan retainer atau mouthguard untuk melindungi gigi Anda.
  • Gunakan mouthguard atau masker pelindung saat melakukan aktivitas/olahraga ekstrim.

Gigi retak, bagaimana cara mengetahuinya?

Gigi retak dapat memiliki gejala yang berbeda-beda, seperti nyeri tidak menentu ketika mengunyah, saat menggigit tidak sakit namun setelah melepas gigitan terjadi nyeri, dan nyeri bila gigi terkena suhu yang terlalu ekstrim. Pada beberapa kasus, nyeri dapat hilang-timbul. Hal ini akan membuat dokter gigi yang memeriksa kondisi Anda kesulitan untuk menemukan gigi penyebabnya.

Berikut jenis keluhan yang terjadi dan cara menanganinya:

  • Mengatasi gigi retak

Pada kasus gigi retak, sayangnya tidak ada cara yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Dengan kata lain, Anda harus segera berkunjung ke dokter gigi. Kadang gigi terlihat sehat, namun akan terasa nyeri saat terjadi perubahan suhu di dalam mulut. Perubahan suhu di dalam mulut dapat terjadi karena faktor makanan ataupun minuman yang dikonsumsi. Jika gigi Anda mengalami nyeri yang terjadi terus-menerus, kemungkinan kerusakan sudah mencapai bagian saraf dan pembuluh darah. Hal ini adalah tanda peringatan yang serius.

  • Mengatasi gigi patah

Jika mengalami gigi patah, kunjungi dokter gigi sedini mungkin. Hal tersebut dilakukan agar dokter gigi dapat segera memeriksa apakah gigi patah tersebut disebabkan oleh lubang gigi atau karena faktor lain yang dapat membahayakan saraf gigi. Pasalnya, apabila gigi yang patah tersebut merusak saraf, maka diperlukan perawatan saraf gigi.

Namun, sebelum Anda mengunjungi dokter gigi, beberapa hal yang dapat Anda lakukan di rumah, antara lain:

  • Berkumur dengan air hangat.
  • Tekan daerah gigi yang patah dengan kasa steril selama 10 menit atau sampai perdarahan berhenti (jika ada). Jika tidak berhasil, tekan menggunakan teh kantong untuk memberhentikan perdarahan.
  • Gunakan kompres dingin untuk ditempelkan pada pipi atau bibir yang berdekatan dengan area gigi patah. Hal ini bisa membantu mengurangi pembengkakan dan mengurangi rasa nyeri.
  • Minumlah obat penghilang rasa sakit.

0 Komentar

Belum ada komentar