Sukses

Gigi Sakit dan Ngilu? Mungkin Gigi Anda Retak

Terdapat banyak penyebab gigi ngilu. Salah satunya adalah karena adanya gigi yang retak.

Gigi adalah salah satu bagian tubuh yang paling kuat. Bahkan, lapisan enamel gigi lebih kuat dari tulang.

Lapisan enamel merupakan lapisan terluar gigi dan berfungsi untuk melindungi bagian-bagian gigi di dalamnya.

Di bawah lapisan enamel, terdapat lapisan dentin yang berfungsi melindungi pulpa gigi. Pulpa gigi terletak dalam kamar pulpa yang berisi saraf-saraf dan pembuluh darah.

Setiap gigi bisa saja mengalami keretakan, apalagi jika gigi sudah pernah mengalami kerusakan yang luas dan dalam.

Jika sudah retak, maka kuman dapat masuk melalui sela-sela jaringan gigi yang retak tersebut dan menimbulkan rasa ngilu pada gigi.

 

1 dari 4 halaman

Bagaimana Gigi Retak Sebabkan Ngilu?

Gigi mempunyai anatomi yang berlapis-lapis. Ketika lapisan luar gigi retak, misalnya saat Anda melakukan mengunyah makanan, maka akan muncul gesekan-gesekan yang terjadi pada lapisan gigi tersebut.

Keadaan ini lama-kelamaan akan menyebabkan lapisan dentin di bawah dan bagian pulpa gigi teriritasi. Pulpa gigi yang teriritasi bisa rusak dan tidak dapat sembuh dengan sendirinya.

Alhasil, kondisi tersebut menjadi penyebab gigi ngilu. Gigi tidak hanya sakit saat mengunyah, tetapi juga lebih sensitif terhadap suhu yang ekstrem.

Artikel Lainnya: Waspada, Sering Mengunyah Permen Karet Bisa Bikin Gigi Ngilu

Apabila retakan sudah luas mencapai pulpa dan tidak segera dirawat, dapat menyebabkan gigi tersebut mati. Kondisi ini bisa menimbulkan risiko peradangan yang menyebar ke gusi dan tulang yang mengelilingi gigi. 

2 dari 4 halaman

Tanda Ngilu Akibat Gigi Retak

Adapun tanda-tanda bahwa Anda mengalami gigi retak, antara lain:

  • Rasa sakit saat mengunyah dan menggigit makanan, terutama saat melepas tekanan setelah menggigit.
  • Rasa ngilu tajam saat Anda minum atau makan dengan suhu yang sangat panas atau dingin.
  • Rasa ngilu yang hilang timbul sehingga sulit bagi dokter gigi untuk menentukan gigi penyebabnya.
  • Kadang disertai pembengkakan di gusi sekitar gigi tersebut.

Berbagai faktor yang menjadi penyebab gigi retak, yakni:

  • Kebiasaan menggeretakkan gigi (bruxism).
  • Mengunyah makanan yang keras, seperti es batu atau kacang.
  • Trauma kecelakaan.
  • Benturan saat berolahraga.
  • Gigi dengan tambalan yang cukup besar sehingga dapat melemahkan struktur gigi.
  • Perubahan suhu saat mengonsumsi makanan atau minuman yang panas maupun dingin.
  • Pertambahan usia.

Efek dari gigi retak yang tidak segera dirawat akan menyebabkan rasa sakit, sehingga memicu rasa ngilu dan ketidaknyamanan saat beraktivitas.

Artikel Lainnya: Ini Tanda Anda Harus Segera Ke Dokter Gigi

3 dari 4 halaman

Cara Mengatasi Ngilu Akibat Gigi Retak

Untuk mengatasi rasa ngilu karena gigi retak, Anda bisa melakukan beberapa tindakan berikut:

  • Berkumur dengan air hangat untuk membersihkan rongga mulut.
  • Berkumur dengan air garam hangat dapat membantu berfungsi menenangkan dan meredakan rasa ngilu sementara.
  • Menempelkan kompres dingin, dari bagian luar pipi pada gigi yang kemungkinan retak.
  • Konsumsi obat-obatan antinyeri dan antiradang, untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.
  • Langsung membuat perjanjian dengan dokter gigi spesialis konservasi untuk pemeriksaan yang lebih detail.

Sementara untuk mengatasi gigi retak, perawatan yang dilakukan bergantung pada gejala, ukuran, lokasi, dan juga tingkat keparahannya.

Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan secara klinis maupun foto rontgen untuk mendiagnosisnya. 

Artikel Lainnya: 4 Mitos Tentang Veneer Gigi yang Harus Diluruskan

Berikut beberapa perawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi gigi retak:

  • Tambalan

Jika yang retak hanya sebatas email atau dentin, penambalan dapat dilakukan dengan menggunakan tambalan composite untuk memulihkan tampilan serta fungsinya. 

  • Mahkota Tiruan

Mahkota gigi tiruan merupakan alat prostetik yang biasanya terbuat dari porselen atau keramik, yang diletakkan di atas gigi yang rusak untuk menutupinya.

Untuk kasus gigi yang sudah dirawat saraf, sangat berisiko untuk mengalami gigi retak. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk dibuatkan mahkota tiruan atau crown gigi sebagai pencegahannya, terutama pada gigi geraham.

  • Saluran Akar

Jika retakan yang terjadi cukup luas hingga menembus ruang pulpa, dokter gigi akan merekomendasikan untuk melakukan perawatan saluran akar dengan mengangkat jaringan pulpa yang rusak. Prosedur ini dapat mencegah agar gigi tidak terinfeksi.

  • Pencabutan

Ketika retakan gigi cukup luas dan sudah tidak dapat dilakukan perawatan apa pun, maka pencabutan dapat dipilih agar tidak menimbulkan masalah pada kemudian hari.

Meskipun gigi retak dapat diperbaiki, Anda tetap perlu melakukan langkah-langkah pencegahan. Cobalah untuk menghindari makanan yang keras serta kebiasaan buruk tertentu, agar gigi tidak mengalami retak, patah serta ngilu.

Apabila Anda sudah mengalami rasa sakit dan sensitif pada gigi, segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi untuk mendapat perawatan yang tepat.

Anda bisa berkonsultasi kepada dokter gigi melalui fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter.

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar