Sukses

Awas, Bayi Obesitas Rentan Kena Obesitas Saat Besar

Obesitas saat bayi diyakini sebagai penyebab seorang anak mengalami hal yang sama di masa mendatang. Benarkah?

Tak jarang orang senang melihat bayi gemuk karena terlihat lucu dan menggemaskan. Padahal, ada bahaya yang mengintai di balik kegemukan atau obesitas tersebut. 

Banyak sekali masalah kesehatan yang dapat timbul pada bayi yang mengalami obesitas. Salah satu dampak obesitas pada bayi adalah risiko obesitas setelah anak menjadi dewasa kelak.

1 dari 3 halaman

Cegah Bayi Obesitas Demi Masa Depannya

Dalam penelitian terbaru yang dilakukan di Cincinnati Children’s Hospital Medical Center, disebutkan bahwa indeks massa tubuh yang tinggi pada bayi berhubungan dengan kejadian obesitas ketika bayi tersebut berusia enam tahun. 

Di dalam penelitian tersebut, bayi-bayi dengan obesitas rata-rata akan mengalami obesitas juga ketika mereka berusia enam tahun. Penelitian lain juga mengungkapkan bahwa obesitas pada masa kanak-kanak bisa terbawa hingga dewasa kelak. 

Artikel Lainnya: Kenali Pengaruh Obesitas pada Kesehatan Anak

Bagaimana cara mencegah obesitas pada bayi? Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dampak obesitas pada bayi:

  1. Memantau Pertumbuhan Secara Rutin ke Dokter

Rutin ke dokter merupakan salah satu cara mengatasi obesitas pada bayi. Memantau pertumbuhan rutin sangat penting untuk mendeteksi dini adanya gangguan pertumbuhan, seperti gizi buruk. Sebaiknya, pemantauan pertumbuhan dilakukan setiap bulan selama setahun pertama. 

Adanya potensi masalah pertumbuhan akan segera diintervensi oleh dokter sebelum bayi mengalami gizi kurang atau gizi lebih. Karena itu, penting bagi orang tua untuk memeriksakan bayinya ke dokter secara berkala. 

  1. Memberikan Air Susu Ibu (ASI)

Risiko obesitas lebih rendah pada anak yang mendapatkan ASI dibandingkan dengan anak yang mendapatkan susu formula. Inilah salah satu alasan mengapa ASI jauh lebih baik dibandingkan susu formula.

Selain menurunkan risiko obesitas pada anak, Anda tentu sudah tahu bahwa ada banyak sekali manfaat ASI, seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memperkuat ikatan antara ibu dan anak, hingga membuat anak tumbuh sehat. 

  1. Mengatur Pola Makan dengan Baik

Setelah bayi mendapatkan MPASI, orang tua/pengasuh perlu mengatur pola makan anak dengan baik agar tidak berlebihan. Membatasi asupan makanan dan frekuensi makan sangat penting untuk mencegah obesitas. 

Selain itu, menghindari terlalu sering makan makanan ringan, terutama dengan kadar dan lemak tinggi, juga dapat mencegah bayi dari obesitas. 

  1. Bermain Bersama Bayi

Pada bayi, bermain merupakan hal yang sangat penting. Sebab, bermain adalah bentuk olahraga bagi si Kecil. Selain untuk merangsang perkembangannya, bermain juga dapat mencegah bayi mengalami obesitas.

Artikel Lainnya: Kenali 7 Penyebab Obesitas pada Bayi

2 dari 3 halaman

Jika Bayi Terlanjur Kena Obesitas, Lakukan Ini

Jika bayi terlanjur mengalami obesitas, maka Anda perlu segera membawanya ke dokter spesialis anak. Dokter akan menghitung berapa asupan kalori yang tepat untuk anak Anda serta penjadwalan makan. 

Dokter juga akan mengatur jadwal bermain sebagai bentuk aktivitas fisik dan tidur pada anak. Penanganan obesitas pada bayi tidak sama dengan orang dewasa, misalnya dengan serta-merta menurunkan berat badan. 

Pasalnya, bayi memiliki aspek pertumbuhan sehingga penurunan berat badan tidak dianjurkan pada anak kurang dari dua tahun, kecuali ada komorbid akibat obesitas. Target terapi pada bayi yang mengalami obesitas adalah menahan laju pertambahan berat badan secara drastis. 

Diharapkan dengan pertambahan panjang badan, maka indeks massa tubuh akan menurun dengan sendirinya. Dengan demikian, aspek pertumbuhan dan perkembangan si Kecil tidak terganggu. 

Nah, kini Anda telah mengetahui cara pencegahan dan penanganan untuk menghindari dampak obesitas pada bayi. Semoga bermanfaat.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai obesitas pada bayi, bisa berkonsultasi kepada dokter menggunakan fitur Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter. Yuk, unduh aplikasinya sekarang!

[FY]

0 Komentar

Belum ada komentar