Sukses

Belum Hamil Juga? Mungkin Hormon Pria Anda Tinggi

Ketika baru menikah, tentu Anda dan pasangan menginginkan momongan. Namun tak sedikit yang harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkannya. Dan salah satu masalahnya, mungkin terletak pada produksi hormon dalam ovarium Anda.

Apakah Anda adalah pasangan baru menikah? Anda sudah menikah namun belum memiliki momongan? Sebenarnya jika Anda belum mencapai usia pernikahan lebih dari satu tahun, Anda belum perlu terlalu khawatir.

Menurut penelitian, sedikitnya hanya sekitar 85% pasangan suami istri yang akan hamil dalam satu tahun pertama pernikahan dan 92% pada tahun kedua pernikahan. Seseorang baru dapat dikatakan memiliki masalah gangguan kesuburan apabila telah memenuhi kriteria berikut: belum memiliki keturunan setelah satu tahun berhubungan seksual teratur (dua-tiga kali per minggu) tanpa menggunakan kontrasepsi. 

Setelah satu tahun menikah dengan frekuensi hubungan seksual yang teratur tanpa kontrasepsi, namun belum memiliki momongan, maka Anda dan pasangan perlu lebih serius dalam memikirkan kesehatan reproduksi dan tubuh Anda secara keseluruhan. Bagi para istri, mungkin saja Anda mengalami kelebihan hormon pria. Kondisi ini dalam dunia medis disebut sebagai sindrom polikistik ovarium (polycystic ovary syndrome/PCOS).

Apa itu sindrom polikistik ovarium?

Sindrom polikistik ovarium adalah masalah kesehatan ketika terjadi ketidakseimbangan hormon wanita. Kondisi ini menyebabkan terjadinya masalah dengan siklus menstruasi sehingga menyebabkan sulit hamil. PCOS juga menyebabkan perubahan fisik yang mungkin tidak seperti munculnya banyak rambut pada wajah dan bagian tubuh lainnya. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti diabetes dan penyakit jantung.

Kebanyakan wanita dengan PCOS akan memiliki kista kecil-kecil pada ovariumnya. Kista-kista kecil ini tidak berbahaya, namun dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon. Hormon adalah senyawa kimia di dalam tubuh yang berfungsi untuk memastikan bahwa berbagai proses di dalam tubuh, termasuk pertumbuhan dan produksi energi. Sering kali, hormon yang satu berkaitan dengan kerja hormon lainnya di dalam tubuh.

Pada wanita dengan PCOS, terjadi ketidakseimbangan hormon yang saling berkaitan dengan hormon lainnya. Contohnya adalah:

  • Ketidakseimbangan hormon seks dalam PCOS

Dalam kondisi normal, ovarium memproduksi hormon seks pria (androgen) dalam jumlah kecil. Wanita yang mengalami PCOS mulai memproduksi androgen dalam jumlah yang lebih banyak. Kondisi ini dapat menyebabkan seorang wanita tidak mengalami ovulasi, mendapat jerawat, dan tumbuhnya rambut-rambut ekstra di daerah wajah dan tubuh.

  • Tubuh akan mengalami kesulitan untuk menggunakan insulin

Ketika tubuh tidak dapat memberikan respons yang tepat terhadap insulin, maka kadar gula dalam darah akan terus meningkat. Dalam beberapa waktu, risiko untuk terjadinya diabetes akan semakin meningkat.

Apa penyebab sindrom polikistik ovarium?

Penyebab PCOS belum sepenuhnya dimengerti, namun faktor genetika dapat menjadi penyebab penting. Penelitian menunjukkan bahwa PCOS tampaknya merupakan suatu kondisi yang diturunkan di dalam keluarga. Risiko seorang wanita mengalami PCOS menjadi meningkat pada mereka yang anggota keluarga wanitanya memiliki PCOS atau riwayat menstruasi yang tidak teratur atau diabetes.

Apa saja gejala dari sindrom polikistik ovarium?

Gejala-gejala yang perlu diwaspadai dari PCOS adalah:

  • Jerawat.
  • Peningkatan berat badan dan kesulitan untuk menurunkan berat badan.
  • Rambut ekstra pada wajah dan tubuh. Sering kali tubuh seorang wanita memiliki rambut wajah yang tebal dan gelap dan lebih banyak rambut pada dada, perut, dan punggung.
  • Menipisnya rambut pada kepala.
  • Siklus menstruasi yang tidak teratur. Beberapa wanita mengalami menstruasi lebih sedikit dari sembilan kali per tahun. Beberapa wanita lain tidak mengalami menstruasi, sedangkan wanita lainnya mengalami menstruasi yang sangat banyak dan berat.
  • Masalah ketidaksuburan. Kebanyakan wanita yang memiliki PCOS memiliki kesulitan untuk hamil.
  • Depresi.

Jika Anda memiliki salah satu dari gejala tersebut, maka sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Nantinya dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan penanganan optimal, untuk mengendalikan kondisi PCOS dan juga untuk mengusahakan keturunan.

0 Komentar

Belum ada komentar