Sukses

Madu sebagai Obat Batuk Alami

Pengobatan untuk batuk bermacam-macam jenisnya. Salah satu yang diteliti dapat memberikan hasil signifikan adalah madu.

Batuk merupakan mekanisme tubuh alami untuk membersihkan saluran napas dari lendir atau benda asing. Namun jika batuk terjadi terus-menerus dan mengganggu aktivitas sehari-hari, maka perlu ditelusuri lebih lanjut penyakit yang mendasari batuk tersebut.

Selain mengatasi penyebab batuk, beberapa pengobatan diberikan untuk menekan refleks batuk. Salah satunya adalah zat alami yang mudah ditemukan, seperti madu.

Madu diketahui dapat membantu meredakan gejala batuk. Di samping meredakan batuk, madu juga dapat meredakan gejala sakit tenggorokan. Caranya adalah dengan mencampurkannya dalam teh hangat, atau air hangat yang dicampur dengan lemon.

Penelitian Soal Madu sebagai Obat Batuk

Sebuah studi dilakukan pada 105 anak berusia 2-18 tahun yang sedang menderita infeksi saluran napas atas. Mereka diberikan dua sendok teh madu buckwheat sebelum tidur. Ternyata madu dapat mengurangi gejala batuk pada malam hari, sehingga memperbaiki kualitas tidur mereka. Studi tersebut juga membandingkan efek madu dan zat yang terkandung dalam obat batuk dextromethorphan, dan menemukan bahwa madu sama efektifnya dengan dextromethorphan.

Studi lain dalam jurnal Pediatrics juga menunjukkan bahwa keluhan batuk pada anak-anak yang diberikan madu menjadi berkurang, lebih ringan, dan membaik tidurnya dibandingkan kelompok anak yang tidak mendapatkan madu.

WHO juga menyarankan penggunaan madu untuk mengobati batuk pada negara berkembang yang memiliki akses terbatas memperoleh obat-obatan.

Mekanisme kerja madu dalam meredakan batuk sebetulnya belum jelas. Namun diyakini terdapat sekitar 181 zat natural yang memiliki kemampuan antioksidan dan antimikrobial, di mana kombinasi di antaranya dapat membuat madu menjadi obat alami yang efektif.

Perhatikan Hal Ini!

Penggunaan madu tidak disarankan untuk anak berusia di bawah satu tahun, karena adanya risiko keracunan makanan yang serius yakni infant botulism. Bakteri C. botulinum yang mungkin terkandung pada madu dapat berkembang biak dengan cepat pada usus bayi dan memproduksi racun, sementara anak usia di bawah satu tahun belum mampu melawan bakteri tersebut secara optimal.

Yang juga penting, segeralah ke dokter dan hindari penggunaan madu apabila penderita mengalami demam, batuk yang memburuk, asma, atau pilek berkepanjangan (lebih dari dua minggu). 

0 Komentar

Belum ada komentar