Sukses

Feses dengan Makanan Utuh di Dalamnya, Berbahayakah?

Feses yang sehat pada umumnya memiliki bentuk lunak, dan tidak padat. Lalu apabila feses berbentuk tidak demikian, misalnya masih mengandung makanan utuh di dalamnya, berbahayakah? Berikut info medisnya.

Feses yang sehat pada umumnya memiliki bentuk yang berbeda, antara satu orang dengan orang lainnya. Feses, secara umum berbentuk lunak dan tidak padat, sehingga mudah untuk dikeluarkan melalui saluran pembuangan.

Jika Anda buang air besar, dan Anda terkejut melihat feses yang keluar tidak sepenuhnya tercerna dengan baik, Anda tidak perlu khawatir.

Penyebab feses yang tidak sepenuhnya tercerna dengan baik, antara lain:

  • Anda tidak mengunyah makanan yang Anda konsumsi dengan sempurna, sehingga makanan yang masuk ke dalam saluran pencernaan masih berbentuk kasar.
  • Makanan lewat dengan cepat di dalam saluran pencernaan, sehingga tidak sempat untuk dicerna dan diubah menjadi bentuk halus. Salah satu penyebabnya adalah karena infeksi bakteri di saluran pencernaan.
  • Konsumsi makanan tinggi serat, seperti sayuran hijau, jagung dan kacang yang biasanya tidak tercerna dengan baik di saluran pencernaan. Hal ini disebabkan karena enzim yang ada di saluran pencernaan tidak mencerna dengan baik.

Bagaimana cara mengatasi jika kita mengalami kejadian di atas:

  • Perbanyak asupan air putih
  • Konsumsi makanan tinggi probiotik, seperti yoghurt
  • Makan secara perlahan
  • Kunyah makanan hingga makanan menjadi halus

Namun jika Anda terlalu sering mengalami kejadian feses dengan makanan utuh di dalamnya, sebaiknya Anda melakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter Anda agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Pasalnya, hal tersebut dapat disebabkan oleh beberapa penyakit, yakni:

• Irritable Bowel Syndrome (IBS) 

Irritable bowel syndrome (IBS) merupakan salah satu gangguan sistem pencernaan kronik yang hingga kini belum diketahui penyebabnya.

• Alergi Makanan

Alergi makanan terjadi pada sebagian orang yang memiliki sensitivitas terhadap jenis makanan tertentu. Hal ini timbul ketika sistem kekebalan tubuh salah mengenali makanan sebagai suatu zat yang berbahaya bagi tubuh, sehingga melancarkan reaksi peradangan. Reaksi ini pada akhirnya akan menimbulkan berbagai gejala alergi. Penyebab alergi makanan yang paling sering adalah susu sapi, telur, kacang-kacangan, ikan, dan gandum. Kebanyakan orang memiliki gejala alergi yang ringan dan sebagian besar dari mereka akan terbebas dari alerginya ketika menginjak pubertas.

• Penyakit celiac

Penyakit celiac adalah alergi makanan yang mencegah tubuh untuk menggunakan beberapa nutrisi. Alergi ini adalah alergi terhadap kandungan protein yang disebut gluten. Penyakit celiac membuat makanan tidak terproses dengan baik. 

0 Komentar

Belum ada komentar