Sukses

Jangan Sepelekan Wanita yang Galak saat PMS

PMS biasanya membuat wanita yang mengalaminya menjadi galak, dan memiliki mood yang berubah-ubah. Apakah hal ini wajar adanya? Berikut info medis dari dr. Nadia Octavia.

PMS, atau premenstrual syndrome, biasanya akan membuat wanita yang mengalaminya memiliki mood yang berubah-ubah. PMS memang sering kali berdampak demikian dan dianggap merupakan suatu hal yang wajar.

Namun jangan salah, bisa jadi rekan Anda mengalami apa yang disebut sebagai Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD).

Apa itu PMDD?

Premenstrual Dysphoric Disorder atau PMDD merupakan bentuk yang lebih berat dari PMS, yang menyerang 5% wanita pada usia reproduksinya. PMDD ditandai dengan perubahan mood menjelang menstruasi.

Apa saja gejala PMDD?

Gejala PMDD dapat berupa gelisah, mudah tersinggung, depresi, insomnia, dan mudah cemas. Selain itu, PMDD juga memiliki gejala fisik lainnya seperti pada PMS. Gejala ini timbul 1-2 minggu menjelang menstruasi dan akan hilang seiring dengan mulainya menstruasi.

PMDD dapat menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari, terganggunya pekerjaan, bahkan terganggunya hubungan interpersonal orang yang mengalaminya. Mereka yang mengalami PMDD sering kali merasa tidak nyaman pada kondisi apapun.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa gejala yang dapat terjadi:

·         Penurunan mood, perasan depresi dan tidak berdaya

·         Mudah cemas dan tegang

·         Mood yang berubah-ubah, misalnya tiba-tiba menangis, sensitif berlebihan

·         Mudah tersinggung, mudah marah, menciptakan konflik

·         Berkurangnya ketertarikan pada suatu aktivitas, seperti pekerjaan atau melakukan hobi

·         Sulit berkonsentrasi dan memusatkan perhatian

·         Mudah lesu dan lelah

·         Perubahan nafsu makan, makan berlebihan

·         Tidur berlebihan atau susah tidur

·         Sulit mengontrol emosi

·         Gejala fisik, seperti nyeri atau pembengkakan pada payudara, nyeri kepala, nyeri otot, perasaan begah dan peningkatan berat badan

Gejala yang terjadi bisa berbeda-beda setiap bulan. Namun di antara gejala-gejala tersebut, setidaknya 1 gejala akan dialami oleh wanita tersebut menjelang menstruasi dan dapat mengganggu pekerjaan, sekolah, aktivitas sosial dan hubungannya dengan orang lain.

Bagaimana mendiagnosis PMDD?

Diagnosis PMDD dapat ditegakkan apabila wanita tersebut mengalami gejala-gejala tersebut pada 2 siklus menstruasi berturut-turut. Hal ini juga membutuhkan kerja sama dari pasien untuk memperhatikan perubahan emosinya menjelang menstruasi.

Bagaimana penanganan PMDD?

Penanganan PMDD yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian antidepresan, seperti fluoxetine atau sertraline, untuk membantu mengurangi gejala terjadi. Jika pasien tersebut memiliki gejala cemas, maka dapat pula diberikan benzodiazepine. Tak hanya itu, pasien juga dianjurkan untuk mengubah gaya hidup seperti halnya mereka yang mengalami PMS.

Dengan penanganan yang tepat, gejala-gejala tersebut dapat berkurang dan wanita tersebut dapat kembali beraktivitas dengan normal.

0 Komentar

Belum ada komentar