Sukses

Inilah Biang Keladi Gigi Anak Keropos

Gigi anak yang keropos biasanya berwarna cokelat hingga kehitaman, bahkan terkadang malah sisa akar giginya saja. Simak penyebab gigi keropos pada anak berikut ini.

Gigi keropos rasanya sudah menjadi pemandangan yang biasa, padahal ini bukanlah kondisi yang wajar. Perlu diketahui bahwa awal mula terjadinya gigi keropos adalah karies gigi.

Karies gigi ditandai dengan adanya bercak putih atau cokelat di gigi, namun permukaan giginya masih utuh. Jika tidak dilakukan perawatan, maka warna gigi anak akan berubah menjadi cokelat hingga kehitaman.

Karena anak-anak memiliki ambang rasa nyeri yang rendah, maka biasanya mereka baru mengeluh sakit saat kerusakannya sudah parah. Agar tumbuh kembang anak tidak terganggu akibat karies gigi, orang tua perlu memahami hal apa saja yang dapat menyebabkan gigi keropos.

1 dari 3 halaman

Penyebab Gigi Keropos pada Anak

Berikut adalah beberapa penyebab gigi keropos pada anak:

1. Sering Mengonsumsi Gula

Gula yang dikonsumsi anak biasanya terdapat pada permen, susu, jus buah, dan minuman atau makanan manis lainnya. Jika ini merupakan suatu kebiasaan, maka risiko gigi anak rusak akan semakin besar. 

2. Minum Susu Botol Sebelum Tidur

Pemberian susu dalam botol sebelum tidur, atau bahkan membiarkan botol tersebut tetap menempel ketika anak tertidur, merupakan suatu kebiasaan yang menyebabkan gigi anak keropos. Tidak dapat dimungkiri, kebiasaan ini sering kali dilakukan sebagai cara agar anak tidak rewel dan bisa tertidur pulas.

Padahal, air susu tersebut akan menggenang pada permukaan gigi sepanjang malam dan diolah oleh bakteri menjadi asam yang dapat merusak permukaan gigi.

Artikel Lainnya: Gigi Anak Tumbuh Renggang, Perlukah Khawatir?

3. Mengonsumsi Buah yang Asam secara Berlebih

Buah-buahan seperti lemon, jeruk nipis, dan stroberi mengandung fruktosa serta zat asam.

Walaupun mereka mengandung vitamin C yang tinggi, namun jika berada lama di dalam mulut, maka dapat melunakkan enamel gigi. Alhasil, akan mudah terjadi karies pada gigi. Imbangilah konsumsinya dengan minum air putih yang cukup.

4. Tidak Disiplin Menyikat Gigi Sebelum Tidur

Jika anak tidak dibiasakan untuk sikat gigi sebelum tidur, maka dapat meningkatkan risiko karies gigi. Karena pada saat tidur, produksi air ludah menurun. Hal ini membuat gigi tidak mampu untuk menjalankan salah satu fungsi utamanya, yaitu sebagai self cleansing gigi. 

Akibatnya, sisa makanan dari satu hari penuh akan tertinggal di gigi dan mulai menyebabkan penyakit karies.

Artikel Lainnya: 8 Tips Merawat Gigi Anak yang Baru Tumbuh

5. Sering Ngemil di Sela Waktu Makan Besar

Hobi ngemil, terutama yang manis-manis, dapat menyebabkan gigi berulang kali terpapar dengan larutan gula. Larutan gula yang menempel pada gigi adalah makanan favorit kuman penyebab karies.

Setelah itu, kuman akan menghasilkan zat asam yang dapat menyerang permukaan gigi sehingga gigi bisa menjadi keropos.

6. Sering Mengemut Makanan

Banyak sekali dijumpai anak balita yang mengalami kesulitan makan, sampai punya kebiasaan makan yang lama karena mengemut makanan.

Jika makanan berada terlalu lama di dalam mulut, maka bisa menyebabkan gigi keropos. Hal ini dikarenakan makanan tersebut akan berubah menjadi zat asam yang dapat merusak lapisan gigi.

Artikel Lainnya: Gigi Anak Berlubang Karena Pengaruh Genetik, Benarkah?

2 dari 3 halaman

Bagaimana Cara Mencegahnya?

Gigi yang keropos tentu bisa berdampak buruk bagi kesehatan gigi dan tubuh anak. Berikut adalah cara mencegah gigi keropos pada anak:

  • Mengatur pola makan dan kebiasaan anak yang berkaitan dengan konsumsi gula. Jika ingin makan permen atau es krim, misalnya, waktu yang tepat untuk mengonsumsinya adalah segera setelah makan besar.
  • Menjaga kebersihan gigi dengan menyikat gigi selama dua menit, minimal dua kali sehari. Paling baik pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.
  • Jangan lupa untuk kontrol ke dokter gigi secara berkala demi terpantaunya kesehatan gigi anak Anda. 
  • Mengatur pemberian susu botol, jangan mendekati jam tidur si anak. Atau berikan susu dengan sedotan, yang dapat ia habiskan sebelum tidur.
  • Menghindari makanan dan minuman yang bisa menyebabkan gigi keropos. Terutama yang mengandung rasa asam dan soda.

Jika gigi anak sudah rusak dan keropos, gigi tersebut tidak boleh dibiarkan begitu saja. Karena selain bisa menimbulkan infeksi dan rasa sakit, gigi keropos juga bisa mengganggu anak dalam berbicara, makan, bermain, belajar, serta mempengaruhi kualitas kesehatannya secara umum.

Oleh karena itu, ajaklah anak untuk rutin memeriksakan kesehatan gigi dan mulutnya ke dokter gigi. Anda juga bisa mengonsultasikan kondisi gigi anak Anda kepada dokter gigi lewat fitur Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter

[FY]

0 Komentar

Belum ada komentar