Sukses

Pentingnya Mengetahui Keterlambatan Perkembangan Anak

Perkembangan anak harus dipantau agar apabila terjadi suatu keterlambatan dapat ditangani sedini mungkin. Berikut pembahasan mengenai pentingnya mengetahui keterlambatan perkembangan anak oleh dr. Atika.

Perkembangan anak merupakan suatu hal yang sangat diperhatikan oleh orangtua. Oleh karena itu, keterlambatan perkembangan anak sering kali menjadi momok menakutkan bagi para orangtua.

Perlu diketahui, setiap anak berkembang dalam kecepatan yang berbeda-beda. Untuk itu, perkembangan masing-masing anak tidak bisa diperbandingkan secara superfisial saja, tanpa ditinjau secara mendalam.

Satu hal yang sudah pasti, memiliki buah hati yang sehat tanpa mengalami keterlambatan perkembangan adalah keinginan setiap orangtua. Tentunya, hal ini menjadikan setiap orangtua mengawasi perkembangan anaknya dengan saksama.

Adapun  keterlambatan perkembangan anak bisa di diagnosis dengan beberapa aspek berikut, yakni:

  • Bahasa atau wicara
  • Penglihatan
  • Gerakan dan keterampilan motorik
  • Sosial dan keterampilan emosional
  • Pola berpikir dan keterampilan kognitif

Adakalanya keterlambatan perkembangan anak meliputi satu aspek saja. Namun, keterlambatan perkembangan anak bisa pula mencakup beberapa aspek sekaligus (biasanya terkait dengan sindroma kesehatan tertentu, hingga gangguan genetik yang berat).

Oleh karena itu, sangat penting bagi para orangtua untuk dapat menyadari apakah telah terjadi keterlambatan perkembangan anak atau tidak. Adapun salah satu aspek keterlambatan perkembangan anak yang paling banyak terjadi, dan salah satu yang paling mudah disadari oleh orangtua, adalah keterlambatan perkembangan dalam hal bahasa atau wicara.

Wicara diartikan sebagai ekspresi verbal, yaitu bagaimana suatu kata dapat terbentuk. Sedangkan bahasa merupakan aspek yang lebih luas, meliputi penerimaan dan pemrosesan informasi.

Berikut adalah saat-saat di mana anak perlu dicurigai mengalami keterlambatan perkembangan dalam hal wicara dan bahasa:

1. Anak berumur 12 bulan belum dapat mengoceh atau meniru bunyi

Normalnya, anak sudah bisa mengoceh kata-kata ‘papapa’ atau ‘dadada’ pada usia 4-6 bulan, dan pada usia 12 bulan anak mulai mengerti instruksi sederhana, atau memberikan sapaan.

2. Anak berumur 18 bulan belum dapat menyebutkan satu kata yang memiliki arti

Pada usia 18 bulan umumnya anak memiliki perbendaharaan minimal 6 kata yang memiliki arti.

3. Anak berumur 24 bulan (2 tahun) memiliki perbendaharaan kata kurang dari 10 jenis kata

Pada usia ini, anak seharusnya dapat mengucapkan berbagai kata, hingga 300 kata, meskipun beberapa konteksnya belum jelas. Selain itu, pada usia ini anak juga mampu menggunakan 2-3 frasa kata, dan mampu menggunakan kata ‘saya’.

4. Anak berumur 30 bulan hingga 3 tahun belum dapat merangkai dua kata

Pada usia ini, anak seharusnya sudah mampu bertanya suatu pertanyaan dengan kalimat cukup panjang, dan kalimat anak sudah jelas dan dapat dipahami.

Saat terlihat tanda-tanda keterlambatan perkembangan anak dalm aspek wicara di atas, ada baiknya bagi para orangtua untuk segera memeriksakan anaknya ke dokter agar dapat dipastikan tahapan perkembangan bicara pada anak tersebut.

Adapun hal-hal yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya keterlambatan berbicara pada anak, antara lain:

Berbicara pada bayi saat melakukan sesuatu. Saat membawa bayi berjalan-jalan, tunjuklah suatu objek dan sebutkan nama objek tersebut seakan mengajak bicara bayi.

Gunakan kata-kata yang singkat, jelas, sehingga mudah diterima

  • Perdengarkan beberapa jenis benda yang mengeluarkan suara berbeda-beda. Misalnya bunyi radio, bunyi alarm, bunyi bel. Jika bayi sudah bisa memukul-mukul, berikan benda yang dapat menimbulkan bermacam suara, misalnya piano mainan.
  • Buatlah saat-saat yang menyenangkan bagi bayi dengan dipenuhi oleh suara tertentu, misalnya saat mandi, makan, dan bermain dengan bayi.  Jangan lupa memberikan mimik tertentu untuk mempermudah bayi memahami artinya.
  • Lakukan perluasan kata. Misalnya, ketika anak-anak berkata ”mobil”, jawablah dengan ”Ya, benar... Mobil merah besar”
  • Sempatkan waktu membacakan buku, usahakan yang memiliki gambar besar dengan 2 kata atau frasa singkat ditiap halamannya. Pembacaan buku dapat dimulai saat bayi berusia 6 bulan.
  • Sekali-sekali tanyakan nama gambar pada anak. Mungkin awalnya ia tidak mengerti apa yang Anda tanyakan. Setelah bertanya, Anda jawab sendiri pertanyaan itu dengan lambat dan jelas.

Demikianlah beberapa patokan usia dan kemampuan bicara yang dapat digunakan sebagai sinyal adanya keterlambatan perkembangan anak, beserta cara yang dapat dilakukan untuk mencegahnya. Ingatlah, merupakan suatu hal yang sangat penting bagi setiap orangtua untuk mampu mengenali kapan anak perlu dicurigai mengalami keterlambatan perkembangan agar kondisi tersebut bisa ditangani sedini mungkin.

0 Komentar

Belum ada komentar