Sukses

Mengapa Batita Suka Menggigit?

Malu sekali rasanya ketika mendapat laporan guru bahwa anak suka menggigit temannya di sekolah. Sebenarnya, apa penyebab anak suka menggigit?

Menggigit merupakan respons normal yang menjadi bagian dari perkembangan anak-anak, terutama batita.

Menurut statistik, lebih banyak anak laki-laki yang menggigit daripada anak perempuan. Karena, menggigit berhubungan dengan agresi – yang lebih erat kaitannya dengan kaum adam.

Anak menggigit terutama dalam rentang usia 12 hingga 36 bulan, di mana mereka belum dapat berkomunikasi dengan baik dengan bahasa. Sehingga terkadang dipilihlah metode gigitan sebagai suatu bentuk komunikasi.

Mengapa Anak Menggigit?

Salah satu alasan mengapa anak menggigit adalah untuk menghilangkan rasa sakit yang dialami ketika tumbuh gigi. Anak usia batita sedang berada dalam fase oral. Dengan kata lain, mereka sangat senang mengeksplorasi dunia dengan menggunakan mulut, salah satunya dengan menggigit benda yang menarik perhatiannya.

Selain itu, anak adalah pribadi yang sangat ingin tahu akan segala sesuatu. Mereka ingin sekali mengetahui bagaimana reaksi yang akan timbul ketika menggigit seseorang – baik orangtua maupun temannya.

Menggigit juga adalah salah satu cara anak mencari perhatian orang-orang di sekitarnya. Ketika ia merasa diabaikan, salah satu cara yang dilakukan untuk mendapatkan kembali perhatian orang adalah dengan menggigit.

Bagaimana Mengatasinya?

Jika anak Anda sedang tumbuh gigi, berikan ia mainan gigit atau handuk dingin untuk mencegahnya menggigit lengan Anda atau seseorang. Pastikan agar kebutuhan anak telah terpenuhi – kenyang dan cukup tidur – untuk menjaga agar mood-nya tetap baik. Jika Anda melakukan perjalanan jauh, pastikan untuk menyiapkan makanan dan minuman yang cukup, dan jangan lupakan mainan kesayangannya.

Walaupun Anda bekerja, berikanlah perhatian yang cukup kepada anak. Perhatian lebih juga penting ketika anak sedang menjalani masa-masa tertentu dalam hidupnya, seperti pertama kali masuk sekolah, mendapat adik baru, dan sebagainya. Ketika merasa diperhatikan, umumnya ia akan meninggalkan kebiasaannya menggigit.

Ketika anak sudah dapat mengerti dan berkomunikasi, jelaskanlah bahwa kebiasaan menggigit itu tidak baik. Ajarkanlah bahwa ia lebih baik mengutarakan perasaan dan maksudnya dengan kata-kata daripada dengan gigitan.

Apa yang Tidak Boleh Dilakukan?

Jika anak menggigit Anda, jangan lantas balik menggigitnya. Anak belajar melalui meniru. Jika Anda menggigitnya balik, ia akan berpikir bahwa menggigit wajar dan boleh saja dilakukan.

Walaupun tindakannya salah, Anda dianjurkan untuk tidak memarahinya, berteriak, apalagi memukulnya.

Bagaimana Jika Tidak Berhasil?

Jika cara yang Anda lakukan tidak berhasil dan menggigit masih menjadi kebiasaan favorit anak (terutama jika berlangsung hingga usia lima tahun), disarankan agar Anda membawanya berkonsultasi kepada psikolog atau psikiater anak.

Apabila tidak ditangani dengan segera, anak yang sudah mulai memasuki usia sekolah tersebut akan kesulitan dalam pergaulan dan kegiatan sehari-harinya di sekolah.

0 Komentar

Belum ada komentar