Sukses

Milna Gelar Kampanye First Bite untuk Anak

First bite day dengan makanan pendamping ASI (MPASI) yang seimbang dan bergizi, berperan penting bagi tumbuh kembang anak. Karena itu, Milna menghadirkan kampanye untuk ini.
Pertumbuhan balita tentu menjadi perhatian kita bersama. Berdasarkan data dari WHO 2014, Indonesia menempati urutan ke-17 dari 117 negara dengan prevalensi wasting (perawakan kurus) dan stunting (perawakan pendek) yang tinggi pada balita. Selain jumlahnya yang cukup tinggi di Indonesia, balita stunting menggambarkan kejadian kurang gizi yang dampaknya bukan hanya secara fisik, tetapi justru pada fungsi kognitif.

Masalah stunting tidak hanya berhenti di tinggi badan anak. Dalam jangka pendek, kekurangan zat besi dan asam amino berdampak terhadap tumbuh kembang, daya tahan tubuh, dan fungsi kognitif. Lalu, bagaimana dengan efek jangka panjangnya?

“Kekurangan zat besi yodium, seng, dan vitamin A dalam jangka panjang bisa mengakibatkan terjadinya penurunan IQ dan risiko penyakit seperti obesitas, diabetes melitus, jantung koroner, hipertensi, dan osteoporosis,” jelas Dr. Attila Dewanti, SpA(K), Pakar Kesehatan Bayi dan Anak, pada acara pers Milna 1st Bite Campaign di The Hall Senayan City, Sabtu, 14 Mei 2016.

Oleh sebab itu, nutrisi yang cukup selama periode emas atau 1000 Hari Pertama Pertumbuhan Anak berperan penting dalam mengantisipasi dampak dari masalah gizi kompleks. Karena pada periode emas, otak, otot dan tulang rangka berkembang pesat dan ketika anak genap berusia 2 tahun, perkembangan otaknya sudah sama dengan 80% otak orang dewasa.  

0 Komentar

Belum ada komentar