Sukses

Obati Jerawat dengan Pil KB

Tahukah Anda, selain berfungsi sebagai kontrasepsi, pil KB juga bermanfaat memelihara kecantikan kulit?

Pil KB kombinasi yang mengandung hormon estrogen dan progesteron ternyata dapat digunakan sebagai terapi jerawat yang membandel. Namun, tidak semua pil KB memiliki manfaat ini. Pil yang sudah diakui oleh FDA (BPOM Amerika Serikat) untuk fungsi ini adalah pil yang memiliki kandungan progesteron jenis norgestimate, norethindrone, drospirenone, atau cyproterone.

Pil KB dapat digunakan untuk terapi jerawat mulai dari yang ringan sampai berat. Meskipun demikian, para dokter umumnya menggunakan metode ini untuk pengobatan jerawat yang sudah tergolong berat yang sulit disembuhkan dengan obat-obatan biasa.

Kandidat paling tepat untuk terapi ini adalah mereka yang memiliki produksi minyak / sebum berlebih pada wajahnya. Minyak ini akan menyumbat pori, yang dapat turut menyuburkan pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.

Selain hormon estrogen dan progesteron,  ovarium wanita juga memproduksi androgen dalam jumlah sedikit. Androgen yang terlalu banyak  akan menimbulkan ketidakseimbangan hormonal yang mencetuskan produksi minyak berlebih dan timbulnya jerawat. Pil KB yang mengandung hormon estrogen dan progesteron ini akan menurunkan kadar androgen dalam tubuh, sehingga dapat meredam pertumbuhan jerawat.

Karena menurunkan hormon androgen, pil ini cocok digunakan bagi mereka yang mengalami breakout jerawat terutama saat datang menstruasi, atau bagi wanita yang mengalami sindrom polikistik ovarium. Sindrom ini adalah keadaan di mana terdapat banyak kista pada indung telur, sehingga mengganggu pematangan telur di dalam ovarium tersebut. Sebagai akibatnya, ovarium tersebut tidak secara teratur dapat melepaskan sel telur yang siap dibuahi, dan mengakibatkan si wanita sulit untuk dapat hamil. Selain kulit berminyak dan jerawat, peningkatan hormon androgen pada keadaan ini juga menyebabkan tumbuhnya rambut berlebih di tubuh (wajah, dada, punggung, bokong), siklus menstruasi tidak teratur, penambahan berat badan, serta kerontokan rambut.

Pengobatan jerawat dengan pil KB kurang lebih  membutuhkan waktu beberapa bulan (umumnya tiga hingga lima bulan), tergantung dari tingkat keparahan jerawat. Pada saat memulai pengobatan, umumnya jerawat akan terlihat semakin banyak, namun hal ini wajar terjadi sebagai reaksi awal. Selain pil KB, dokter dapat menambahkan beberapa jenis obat lain yang dapat membantu agar hasil terapi lebih optimal.

Untuk bisa mendapatkan terapi ini, seorang wanita harus setidaknya telah berusia 15 tahun, sudah mendapatkan menstruasi, dan juga membutuhkan kontrasepsi. Namun, wanita yang memiliki riwayat penyakit jantung, stroke, darah kental, hipertensi, penyakit hati dan kandung empedu, migrain, obesitas, merokok, dan depresi harus berhati-hati menggunakan pil ini. Selain itu, wanita yang memiliki riwayat kanker payudara, sedang hamil ataupun menyusui tidak boleh mengonsumsi pil KB ini. Ceritakanlah riwayat medis Anda secara lengkap kepada dokter sebelum memilih terapi yang tepat bagi jerawat Anda. 

0 Komentar

Belum ada komentar