Sukses

Ini Bahayanya Berada di Dalam Mobil yang Menyala Saat Parkir

Ketika seseorang memarkir mobilnya dan menunggu di dalam mobil tersebut, biasanya orang akan enggan untuk membuka jendela mobil, atau bahkan mematikan mesinnya. Sebenarnya, berbahayakah hal ini? Berikut ulasannya.

Ketika menunggu di sebuah parkiran, biasanya seseorang akan enggan untuk mematikan mesin mobilnya, apalagi untuk sekedar membuka jendela mobil. Tujuannya hanya 1, AC tetap menyala dan orang yang sedang menunggu di dalam mobil tidak kepanasan.

Kebanyakan orang hanya berpendapat bahwa menyalakan mesin mobil ketika parkir hanya akan menyebabkan boros bahan bakar saja. Padahal, yang terjadi tidak hanya perihal boros bahan bakar saja, tetapi dapat berakibat pada kematian.

Sebenarnya, mengapa menyalakan mesin mobil saat parkir dapat berakibat pada kematian?

Menyalakan mesin mobil saat parkir dapat berujung pada kematian adalah karena mobil tersebut menghasilkan gas karbonmonoksida. Karbonmonoksida, dengan nama senyawa CO, adalah suatu gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa, yang merupakan hasil pembakaran tidak sempurna dari material karbon.

Maka tidak heran orang yang tampaknya sehat-sehat saja saat berada di dalam mobil yang mesinnya menyala saat parkir akan tiba-tiba merasakan sesak secara mendadak, hingga dapat berdampak pada kematian mendadak.

Sebenarnya, bagaimana bisa karbonmonoksida tersebut dapat berakibat pada kematian mendadak?

Karbonmonoksida terbentuk akibat pembakaran bahan bakar tertentu, misalnya solar atau bensin, yang tidak sempurna karena kurangnya oksigen. Kurangnya sirkulasi udara akan menambah peningkatan konsentrasi karbonmonoksida di sebuah ruangan.

Saat seseorang berada di sebuah mobil yang mengandung karbonmonoksida, alih-alih oksigen, karbonmonoksida tersebut akan terikat oleh hemoglobin dan menyebar ke seluruh tubuh. Proses hemoglobin yang berikatan dengan karbonmonoksida lantas membentuk senyawa yang disebut Carboxyhemoglobin. Ini adalah senyawa yang diyakini menjadi penyebab utama keracunan karbonmonoksida.

Padahal, hemoglobin merupakan sel darah merah yang seharusnya mengikat oksigen dan mengalirkannya ke seluruh tubuh untuk membuat seluruh sistem dalam tubuh bekerja secara normal. Oleh karena itu, saat hemoglobin berikatan dengan karbonmonoksida maka tubuh akan menjadi kekurangan oksigen secara perlahan, hingga akhirnya dapat berujung pada kematian.

Perlu Anda ketahui, segala macam proses kimiawi pada jaringan tubuh dapat terhambat akibat kurangnya oksigen. Ini adalah awal mula dari hipoksia jaringan yang terjadi saat keracunan karbonmonoksida. Hipoksia inilah yang dapat menyebabkan kematian pada manusia.

Akibat yang dapat timbul karena keracunan karbonmonoksida adalah mual, pusing, hingga kematian yang disebabkan oleh 3 hal, yaitu tingginya konsentrasi karbonmonoksida dalam suatu ruangan, durasi terpapar karbonmonoksida dan seberapa aktif Anda saat berada di dalam ruangan tertutup penuh dengan karbonmonoksida tersebut.

Dengan mengetahui hal ini, Anda diharapkan untuk tidak lagi menjalankan kebiasaan berada di dalam mobil yang menyala saat parkir agar Anda dapat terhindar dari dampak buruk yang dapat terjadi pada diri Anda.

0 Komentar

Belum ada komentar