Sukses

Penis Patah, Mungkinkah?

Penis patah merupakan suatu masalah yang dapat menganggu fungsi alat vital pria. Namun, benarkah penis patah dapat terjadi? Berikut ulasan dari dr. Muhammad Anwar Irzan.

Penis dan testis, sebagai alat kelamin pria, memiliki dua fungsi berbeda, yaitu fungsi yang terkait dengan urinasi dan fungsi seksual yang terkait dengan prostat. Penis, dalam kondisi normal, biasanya berukuran lebih kecil dibandingkan disaat penis tersebut ereksi.

Sehubungan dengan itu, pernahkah Anda mendengar kabar bahwa penis bisa patah? Apakah kabar tersebut benar adanya?

Fraktur penis atau Penile Fracture adalah kondisi terjadinya kerusakan dalam bentuk penis yang patah, meskipun arti kata “patah” di sini tidak sama dengan kondisi patahnya suatu tulang.

Penis patah disebabkan oleh rusaknya beberapa bagian pada penis. Bagian yang rusak dari penis yang patah adalah bagian tunica albuginea, bisa hanya satu ataupun kedua bagian dari pelapis dalam penis tersebut.

Gejala yang ditimbulkan dari penis yang patah adalah terdengar bunyi patahan, sakit yang amat sangat, pembengkakkan, gangguan sensori dari penis, dan kulit penis yang tampak keunguan akibat pecahnya pembuluh darah.

Terdapat beberapa penyebab dari kondisi yang mendasari terjadinya penis patah atau fraktur penis, misalnya hubungan seksual atau kontak penis dan vagina. Namun, hal yang paling sering mendasari terjadinya penis patah atau fraktur penis adalah masturbasi yang terlalu agresif.

Suatu laporan kesehatan di brazil menyebutkan bahwa penis patah atau fraktur penis yang terjadi karena berhubungan seksual berkaitan dengan posisi ketika melakukan hubungan seksual tersebut. Posisi wanita di atas pria saat melakukan hubungan seksual memiliki tingkat kemungkinan tinggi untuk menyebabkan penis patah atau fraktur penis. Sebaliknya, posisi missionaris atau posisi pria di atas wanita dalam berhubungan seksual memiliki kemungkinan lebih rendah untuk menyebabkan penis patah atau fraktur penis, karena pada posisi ini pria dapat sepenuhnya mengontrol penis ketika melakukan penetrasi.

Sedangkan penis patah atau fraktur penis yang terjadi karena masturbasi secara agresif disebabkan oleh genggaman pada penis yang terlalu kuat disaat penis tersebut berereksi dengan maksimal.

Lalu, bagaimana cara menangani kondisi penis patah atau fraktur penis?

Penis patah atau fraktur penis sepenuhnya merupakan kondisi kegawatdaruratan medis. Prosedur utama yang harus dilakukan adalah prosedur pembedahan dari penis tersebut. Penundaan dari penanganan hal tersebut bisa menimbulkan dampak yang sangat berbahaya. Komplikasi yang dapat timbul akibat penis patah atau fraktur penis adalah disfungsi ereksi, penis bengkok permanen, dan nyeri saat melakukan hubungan seksual.

Oleh karena itu, berhati-hati dalam melakukan segala aktivitas seksual sangat penting untuk dilakukan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

0 Komentar

Belum ada komentar