Sukses

Bahaya Makanan Berlemak Bagi Kesehatan Otak

Makanan berlemak cenderung gurih dan lezat sehingga sering dijadikan makanan favorit bagi sebagian orang. Namun, tahukah Anda bahwa makanan berlemak dapat menurunkan fungsi otak? Berikut ulasannya.

Makanan berlemak sering kali disajikan dalam bentuk makanan lezat sehingga banyak orang yang kian menyantapnya. Bagi Anda yang mempunyai hobi makan, terutama jenis makanan berlemak tinggi, Anda harus berhati-hati.

Makanan berlemak merupakan jenis makanan yang mungkin sering Anda konsumsi. Pasalnya, lemak yang terkandung pada makanan berlemak membuat rasa makanan tersebut menjadi lebih gurih dan lezat.

Di balik rasanya yang lezat, ternyata konsumsi makanan berlemak secara banyak dan jumlah yang besar sangat merugikan bagi kesehatan, terutama kesehatan otak.

Anda mungkin sering mendengar istilah “Apabila sudah kenyang, maka orang cenderung akan menjadi susah berpikir”. Ternyata, istilah tersebut bukanlah sebuah candaan semata.

Sebuah studi menunjukkan bahwa peningkatan berat badan akibat konsumsi makanan berlemak tinggi dapat merusak sel-sel otak sehingga akan mempengaruhi fungsi kognitif seseorang. Dalam studi tersebut dijelaskan bahwa konsumsi makanan berlemak dalam jumlah besar akan merusak sinaps-sinaps di dalam otak, terutama di daerah hipokampus, yang dapat menurunkan daya ingat dan kemampuan belajar seseorang.

Selain dapat merusak otak, mengonsumsi makanan berlemak tinggi merupakan penyebab utama kegemukan/obesitas. Orang yang mengalami kegemukan atau obesitas mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk terserang berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker.

Selain demikian, studi tersebut juga menyebutkan bahwa ketika kadar lemak di dalam tubuh menjadi sangat tinggi akan menyebabkan peradangan kronis di bagian mikroglia otak. Mikroglia biasanya berfungsi untuk melawan zat-zat yang dapat merusak otak. Mikroglia juga berfungsi untuk melindungi dan memperkuat sel otak, namun apabila terlalu banyak lemak di dalam tubuh, maka proses ini akan terganggu.

Dengan kata lain, kadar lemak yang tinggi akan mengakibatkan mikroglia berhenti berfungsi. Dan yang lebih buruknya, mikroglia akan memakan sendiri komponen sinaps di otak sehingga menurunkan kemampuan fungsi otak. Cukup mengerikan bukan?

Tetapi jangan panik duhulu, kerusakan otak akibat makanan berlemak ternyata bersifat reversibel. Lantas, apa yang harus kita lakukan untuk mencegah hal tersebut?

Hal termudah yang dapat kita lakukan adalah dengan cara mengubah pola diet kita menjadi diet sehat dan rendah lemak. Perubahan pola diet menjadi diet rendah lemak selama 2 bulan setelahnya dapat menyelamatkan fungsi sinaps otak dan mengurangi tingkat kerusakan otak.

Mulai saat ini, perhatikanlah apa yang hendak Anda makan demi terjaganya kesehatan otak dan tubuh Anda.

0 Komentar

Belum ada komentar