Sukses

HSG untuk Deteksi Masalah Kesuburan pada Wanita

Selain USG, Anda juga bisa melakukan histerosalpingografi untuk mendeteksi masalah kesuburan. Kenali lebih jauh mengenai prosedur tersebut di sini.

Mungkin sebelumnya Anda pernah mendengar istilah pemeriksaan histerosalpingografi atau yang biasa disingkat dengan HSG. Ini merupakan salah satu prosedur pada bidang keilmuan dokter kebidanan, khususnya di bidang infertilitas (penurunan kesuburan).

Apa itu histerosalpingografi?

Histerosalpingografi merupakan prosedur yang menggunaan sinar-X untuk melihat gambaran bagian rahim dan tuba falopi (saluran telur). Histerosalpingografi termasuk dalam salah satu pemeriksaan awal dalam menemukan penyebab infertilitas pada wanita.

Histerosalpingografi sering digunakan untuk melihat adanya sumbatan pada saluran telur, baik sumbatan sebagian ataupun sumbatan total. Histerosalpingografi juga dapat memperlihatkan apakah rongga dalam rahim memiliki bentuk dan ukuran normal atau tidak. Masalah pada rongga rahim dan saluran telur dapat menyebabkan masalah kesuburan dan kehamilan.

Selain itu, histerosalpingografi juga digunakan untuk melihat apakah saluran telur sudah tersumbat secara komplet beberapa bulan setelah Anda melakukan tubektomi.

Di manakah melakukan prosedur histerosalpingorafi?

HSG dilakukan di rumah sakit, klinik, atau tempat praktek dokter. Akan lebih baik jika HSG dilakukan pada pertengahan pertama siklus menstruasi (hari ke-1 sampai 14). HSG pada waktu tersebut mengurangi kemungkinan bahwa Anda sedang hamil.

Sebelum memulai tindakan, dokter akan merekomendasikan Anda untuk meminum obat penghilang nyeri satu jam sebelum tindakan sebagai pencegah rasa nyeri selama tindakan. Pada beberapa kasus, dokter juga akan meresepkan antibiotik untuk Anda sebelum HSG untuk mencegah infeksi.

Bagaimana prosedur histerosalpingografi?

Selama HSG, zat kontras disemprotkan melalui leher rahim menuju rongga rahim dan saluran telur dengan menggunakan alat khusus. Zat kontras ini merupakan cairan yang mengandung pewarna yang dapat ditangkap oleh sinar-X. Pewarna akan menggambarkan ukuran dan bentuk rongga rahim dan saluran telur.

Setelah HSG, Anda akan merasakan cairan yang lengket di dalam vagina karena adanya cairan pewarna yang keluar dari rahim. Anda juga dapat menemukan sedikit campuran darah pada cairan tersebut, yang keluar pada saat proses penyemprotan zat kontras. Agar merasa nyaman, Anda dapat menggunakan pembalut untuk menyerap cairan tersebut. Selain itu, Anda juga akan merasakan kram dan nyeri pada perut dan pinggang, serta sedikit pusing setelah menjalani prosedur. Namun demikian, Anda tidak perlu khawatir karena hal ini tidak berbahaya.

Setelah prosedur HSG selesai dilakukan dan hasil pemeriksa telah keluar, Anda perlu mendiskusikan hasil pemeriksaan dengan dokter. Dokter akan memberikan informasi dan saran lebih lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan Anda.

Adakah ketentuan sebelum melakukan histerosalpingografi?

HSG tidak boleh dilakukan pada keadaan hamil, infeksi panggul, atau perdarahan hebat saat prosedur.

Apa efek samping dari histerosalpingografi?

Sebenarnya, masalah berat jarang terjadi setelah HSG. Masalah yang bisa saja muncul meliputi reaksi alergi terhadap zat pewarna, cedera pada rahim, atau infeksi panggul. Hubungi dokter jika Anda mengalami gejala seperti keluarnya cairan berbau dari vagina, muntah, pingsan, kram atau sakit perut hebat, perdarahan dari vagina yang banyak, serta demam atau menggigil setelah menjalani HSG.

0 Komentar

Belum ada komentar