Sukses

Cabut Gigi saat Menstruasi, Apakah Boleh?

Sebagian wanita enggan cabut gigi saat haid karena menganggap dapat berbahaya bagi kesehatan. Apakah medis setuju dengan anggapan tersebut? Ini faktanya!

Larangan cabut gigi saat haid mungkin jadi salah satu hal yang dipercayai oleh sebagian kaum hawa. Menurut mereka, cabut gigi saat haid bisa menyebabkan pendarahan hebat pada gusi hingga menimbulkan gangguan kesehatan lain.

Tapi sebenarnya, bagaimana pengaruh menstruasi terhadap kondisi gigi dan mulut serta prosedur tersebut? Apakah benar bahwa cabut gigi saat haid atau menstruasi bisa menyebabkan efek merugikan pada tubuh?

 

1 dari 3 halaman

Pengaruh Menstruasi Terhadap Gigi dan Mulut Wanita

Perlu diketahui, wanita yang sedang datang bulan mengalami perubahan hormon di dalam tubuhnya. Hal ini ternyata memang dapat membuat tubuh lebih sensitif, tak terkecuali di bagian mulut.

Perubahan hormon saat menstruasi sebetulnya bukan cuma dialami saat wanita haid, tetapi juga ketika pubertas, hamil, menggunakan pil KB, atau menopause.

Perubahan hormon, khususnya hormon progesteron, tidak cuma memengaruhi pasokan darah ke jaringan gusi, tetapi juga memengaruhi respons tubuh terhadap racun yang dihasilkan oleh penumpukan plak gigi.

Artikel Lainnya: Cabut Gigi tapi Tak Mau Ompong? Ini Solusinya!

Sebagai akibatnya, wanita lebih rentan mengalami penyakit periodontitis dan masalah kesehatan mulut lain, seperti:

  • Peradangan Gusi

Gejolak hormon selama menstruasi menimbulkan perubahan pada gusi. Gusi bisa meradang dan ditandai dengan pembengkakan, kemerahan, dan mudah berdarah, terutama saat menyikat gigi. Kondisi ini disebut gingivitis.

Radang gusi umumnya terjadi 1-2 hari sebelum haid dan akan hilang setelah haid dimulai. Keadaan ini bisa semakin parah jika tidak dilakukan pembersihan mulut secara maksimal. Bila tak kunjung sembuh, sebaiknya konsultasikan dengan dokter gigi.

  • Mulut Kering

Perubahan hormon dapat mengurangi air liur di dalam mulut. Hal ini menyebabkan perubahan rasa, sensasi terbakar, bau mulut, hingga mulut kering.

Karena kondisi mulut yang terlalu kering, beberapa wanita rentan mengalami perlukaan di area tersebut, khususnya menjelang menstruasi.

  • Sariawan

Sariawan dapat muncul saat Anda datang bulan dan hilang/sembuh saat “tamu bulanan” selesai. Bila kebersihan mulut tidak terjaga, sariawan yang dialami akan semakin parah.

Artikel Lainnya: Penyebab Gigi Ngilu Setelah Dicabut?

2 dari 3 halaman

Bolehkah Cabut Gigi saat Haid?

Tindakan cabut gigi bisa dilakukan sebagai langkah terakhir jika kondisi gigi sudah benar-benar parah dan tak ada lagi perawatan yang bisa mengobati.

Meski jadi tindakan pamungkas, sayangnya, cabut gigi saat haid memang tidak direkomendasikan karena adanya peningkatan hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh.

Cabut gigi saat haid tidak direkomendasikan karena akan membuat gusi rentan meradang dan pendarahan pun lebih sulit untuk dihentikan, terutama pada orang yang memiliki riwayat penyakit Von Willebrand. Ini adalah penyakit bawaan yang membuat penderitanya sangat mudah mengalami pendarahan.

Bila Anda memaksakan diri untuk pergi ke dokter gigi dan meminta tindakan cabut gigi saat haid, kondisi gusi yang bengkak juga akan menyulitkan dokter untuk mengukur kedalaman kantong gigi Anda.

Gusi yang bengkak cenderung sensitif. Saat dokter melakukan pembersihan sebelum maupun sesudah pencabutan, ini akan terasa lebih menyakitkan!

Jadi, jawaban dari pertanyaan bolehkah cabut gigi saat haid adalah: tidak direkomendasikan. Pasalnya, ada sejumlah efek samping yang mengintai. Konsekuensi ini bukan mitos belaka, karenanya tahan dulu keinginan untuk cabut gigi saat menstruasi masih berlangsung.

Penting bagi Anda untuk menginformasikan kondisi tubuh kepada dokter gigi sebelum melakukan prosedur cabut gigi. Sehingga, risiko yang muncul bisa diminimalkan dan proses penyembuhan bisa berjalan lebih lancar.

Bila Anda masih memiliki pertanyaan seputar cabut gigi saat haid ataupun masalah gigi dan mulut lainnya, langsung saja konsultasikan hal tersebut lewat fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

[AM]

0 Komentar

Belum ada komentar