Sukses

Lindungi Anak Anda dari Predator Seksual

Kejahatan seksual pada anak semakin marak terjadi dan hal ini tentu mengkhawatirkan. Apa yang bisa kita lakukan untuk melindungi anak?

Beberapa waktu lalu kita sempat dihebohkan dengan berbagai kasus pelecehan seksual pada anak-anak. Tak hanya di ibukota saja tetapi juga terjadi di daerah lain. Sebagai orangtua, kita tentu saja waswas mendengar berita tersebut dan tak ingin kejadian tersebut terjadi pada anak kita.

Mengapa anak lebih rentan mengalami pelecehan seksual?

Secara alamiah, anak-anak mudah percaya pada orang lain, memiliki rasa penasaran yang tinggi, lugu dan tidak mudah berprasangka buruk dengan orang lain seperti layaknya orang dewasa. Selain itu, anak-anak juga rentan mengalaminya berulang kali karena mereka cenderung malu atau takut untuk menceritakan apa yang dialaminya.

Para pelaku juga sering kali mengancam anak atau menakuti anak, sehingga anak pun tidak berani untuk menceritakannya pada orangtua.

Apa saja dampak pelecehan seksual pada anak?

Pelecehan seksual dapat berdampak besar pada hidup anak, seperti:

  • Sulit mempercayai orang lain: anak menjadi sulit mempercayai orang dewasa bahkan anggota keluarga sendiri.
  • Gangguan kepercayaan diri: anak dapat mengalami perasaan malu, menyalahkan diri sendiri, merasa tidak berharga, atau menjadi agresif dan malah menyakiti temannya yang lain.
  • Sulit mengontrol emosi: anak menjadi lebih rewel, mudah kecewa, tantrum, atau sebaliknya terlihat depresi dan pendiam.
  • Gangguan akademis: anak menjadi sulit berkonsentrasi dan tidak termotivasi untuk berprestasi di sekolah.
  • Menyakiti diri sendiri.

Bagaimana kiat supaya anak terhindar dari pelecehan seksual?

Berikut ini hal-hal yang bisa Anda lakukan agar anak tidak menjadi korban dari predator seksual:

  • Ajarkan anak pendidikan seks sejak dini. Beritahu anak mengenai area seputar genitalnya.
  • Ajarkan anak bahwa area pribadinya (seperti area yang ditutupi oleh baju berenangnya) adalah area yang tidak boleh disentuh oleh orang lain kecuali orangtua. Katakan pada anak bahwa ia juga tidak boleh memperlihatkan area pribadinya pada orang lain. Jika ada yang memaksa, ajarkan anak untuk berteriak dan lari.
  • Beritahu anak jika ada seseorang yang menyentuh, menyakiti atau berbuat yang tidak seharusnya (tidak senonoh), langsung ceritakan pada orangtua.
  • Beritahu anak bahwa Anda dan pasangan sebagai orangtua sangat mencintainya dan tidak akan membiarkan ia disakiti oleh orang lain.
  • Minta anak untuk menceritakan hal-hal yang dialaminya di sekolah, baik itu hal yang menyenangkan atau tidak menyenangkan.
  • Jika ada orang lain yang mengancam atau menakuti diri anak, minta ia untuk bercerita dan katakan pada anak bahwa Anda sebagai orangtua akan melindungi dirinya apa pun yang terjadi. 

1 Komentar