Sukses

Menyiasati Agar Anak Tidak Takut Gelap

Mengapa anak takut gelap? Padahal seingat Anda, dulu Si Kecil tenang-tenang saja walau berada di dalam kegelapan.

Setelah mulai menginjak bangku TK, ia selalu menggenggam tangan Anda erat-erat setiap kali berada di tempat gelap, atau merengek untuk tetap menyalakan lampu kamarnya walaupun akan pergi tidur. Mengapa hal ini terjadi?

Antara usia dua sampai enam tahun, imajinasi anak mulai berkembang dengan pesat. Sebenarnya hal ini baik untuk perkembangan otaknya. Namun, imajinasi yang berkembang terlalu liar juga dapat menyebabkan anak mencemaskan banyak hal di sekitarnya.

Pada tahap ini, anak telah memiliki kemampuan berpikir secara kompleks. Mereka dapat menciptakan teman khayalan yang terkadang dapat meresahkan orangtua. Tidak seperti bayi, anak telah memiliki memori jangka panjang yang lebih baik, sehingga mereka masih dapat mengingat kejadian tidak mengenakkan yang mereka alami. Misalnya jatuh dari sepeda dan dikejar anjing, yang dapat menyebabkan mereka takut naik sepeda dan berada di dekat anjing dalam waktu yang lama.

Anak balita juga sangat mudah dipengaruhi. Jika Anda atau pengasuhnya pernah menakut-nakutinya agar tidak pergi ke tempat yang gelap karena ada monster yang menunggunya di sana, ia akan memercayainya. Atau jika ada sepupunya yang takut kepada gelap, ia juga bisa “ikut-ikutan” takut gelap. Oleh karena itu, hindarilah menakut-nakuti anak dengan tujuan apa pun.

Bagaimana mengatasi kondisi anak yang takut gelap?

  • Jangan sekali-kali meledek anak Anda tentang ketakutannya akan gelap. Hindari mengatakan, “Kamu ‘kan sudah besar, tidak boleh takut gelap, dong.” Hal itu akan menurunkan kepercayaan dirinya.
  • Menyalakan lampu kamar dan mengatakan bahwa kamarnya terlihat sama saja baik lampu mati atau menyala juga tidak membantu. Meyakinkan bahwa mimpi buruknya tidaklah nyata, malah akan membuatnya berpikir bahwa Anda tidak mengerti dan tidak dapat melindunginya dari rasa takut itu.  
  • Duduklah bersama dengan anak Anda. Tanyakan kepadanya mengenai hal yang membuat ia takut. Setelah mendengarkan ceritanya, yakinkanlah bahwa ia dapat mengandalkan Anda untuk melindunginya dengan mengatakan bahwa Anda akan berada di dekatnya jika ia membutuhkan. Namun, jangan lantas membiarkannya menjadi manja.
  • Anda dapat menyalakan lampu tidur kecil di kamarnya atau lampu di depan kamarnya untuk memberikan sedikit cahaya, supaya anak merasa lebih tenang.
  • Jika anak yakin bahwa ia melihat monster di dalam kamar mandinya, jangan langsung mengatakan hal itu tidak benar. Lakukanlah misi pencarian menemukan si monster ini bersama anak Anda. Anda juga dapat menunjuk boneka kesayangan anak untuk bertugas “menjaga” kamar mandinya dari serangan monster.
  • Ajarkanlah anak Anda untuk mengucapkan doa agar ia menjadi lebih tenang dan berani.

Jika suatu saat anak berhasil menaklukkan ketakutannya, hargailah keberaniannya itu dengan memberinya ucapan selamat dan reward.

0 Komentar

Belum ada komentar