Sukses

Ibu Perokok = Jantung Koroner pada Calon Bayi hingga Dewasa

Penting untuk Anda ketahui bahwa merokok saat hamil amat mempengaruhi sang bayi dan masa depannya. Simak penjelasan medis berikut ini.

Para peneliti di Australia telah menemukan, bahwa ibu perokok pada saat masa kehamilan akan menyebabkan perubahan perkembangan permanen pada bayi yang belum lahir hingga dewasa.

Ketika bayi lahir dari ibu perokok, maka tubuh bayi akan memiliki jenis kolesterol yang dikenal sebagai pelindung dari penyakit jantung dikemudian hari dalam tingkat yang lebih rendah dari normalnya.

Penelitian yang diterbitkan di European Heart Journal, menunjukkan bahwa, pada usia delapan tahun, anak yang lahir dari ibu perokok memiliki kadar kolesterol sekitar 1.3 milimol per liter (mmol / L), dibanding dengan yang nomal 1.5 mmol/L pada anak yang lahir dari ibu yang tidak merokok. Para peneliti menemukan bahwa efek ini adalah murni dari paparan asap rokok setelah melahirkan. Hal ini menunjukkan bahwa, paparan asap rokok pra-melahirkan memiliki dampak paling besar pada perkembangan anak selanjutnya, hingga dampak permanen pada masa dewasa sang bayi.

Lanjutnya, meskipun merokok selama atau setelah masa kehamilan, diketahui terkait dengan masalah kesehatan anak, termasuk perilaku neurokognitif dan kematian bayi mendadak. Sampai sekarang belum jelas apa efek dari paparan langsung asap rokok pra-melahirkan terhadap risiko penyakit jantung dimasa depan.

Prof. Celermajer dan rekan-rekannya memutuskan untuk meneliti efek dari ibu hamil merokok pada ketebalan dinding arteri. Para peneliti mengumpulkan data sebelum bayi dilahirkan dan saat bayi tumbuh, termasuk informasi mengenai dampak dari kebiasan ibu hamil merokok sebelum dan setelah kehamilan, pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar pinggang, serta tekanan darah.

“Anak-anak yang lahir dari ibu perokok selama kehamilan akan diawasi tertutama untuk risiko jantung koroner, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol yang buruk, untuk penelitian selanjutnya,” kata Prof Celermajer.

Meskipun tidak ada efek pada ketebalan dinding arteri janin, namun,  Prof. Celermajer menemukan bahwa, ada efek pada kadar kolesterol pada bayi. Faktor ini sangat siginfikan jelas dan dapat dilihat pada aktivitas fisik dan indeks masa tubuh bayi selama tumbuh.

Para peneliti percaya bahwa kadar kolesterol rendah pada usia masih bayi menunjukkan, kemungkinan ada dampak serius pada kesehatan di kemudian hari, sebagai anak-anak mungkin akan memiliki kesehatan yang lemah di masa dewasanya.

“Kadar kolesterol cenderung untuk melacak dari masa kanak-kanak sampai dewasa, dan studi telah menunjukkan bahwa untuk setiap kenaikan 0.025 mmol/L dalam tingkat high-density lipoprotein (HDL), ada pengurangan sekitar 2-3% dalam risiko penyakit jantung koroner. Dan kita menginfornasikan, bahwa antara anak-anak dari ibu merokok versus ibu tidak merokok, mungkin menimbulkan risiko 10-15% lebih tinggi untuk penyakit koroner pada anak dari ibu merokok,” jelasnya.

0 Komentar

Belum ada komentar