Sukses

Mitos Minum Susu Sebelum Medical Checkup

Mungkin Anda pernah mendengar bahwa meminum susu sterilisasi sebelum pemeriksaan fisik dan rontgen dapat memberikan hasil yang lebih baik. Namun, benarkah demikian?

Medical checkup standar umumnya terdiri dari pemeriksaan fisik oleh dokter, laboratorium darah, dan rontgen dada. Selain evaluasi kesehatan pribadi, medical checkup biasanya merupakan prosedur wajib bagi mereka yang akan melamar pekerjaan ke suatu perusahaan.

Apabila tidak lolos medical checkup, maka melayang sudah cita-cita untuk bekerja di perusahaan impian. Oleh karena itu, tak jarang banyak orang berusaha agar hasil pemeriksaan fisik dan penunjangnya memenuhi standar.

Salah satu mitos yang dikenal oleh masyarakat adalah dengan mengonsumsi susu sterilisasi, maka hasil foto roentgen dada akan menjadi baik. Benarkah demikian?

Mengenal Susu Sterilisasi

Sebelumnya, mari kita mengenal terlebih dahulu mengenai susu sterilisasi.

Susu sterilisasi merupakan susu yang dipanaskan dengan suhu 110-130 derajat celsius selama 10-30 menit, dengan tujuan untuk memusnahkan kuman yang mungkin terdapat dalam susu. Setelah dipanaskan, susu akan didinginkan dan dimasukkan ke dalam kemasan steril.

Terkadang, proses sterilisasi ini dapat membuat rasa dan warna susu sedikit mengalami perubahan. Selain itu, pemanasan dengan suhu yang tinggi dapat merusak kandungan vitamin B dan C yang terdapat dalam susu.

Meski demikian, karena proses sterilisasi tersebut, susu ini memiliki masa simpan yang lebih lama – walaupun tidak disimpan dalam lemari es. Susu dapat disimpan selama enam bulan dalam suhu ruang apabila kemasan belum dibuka; setelah kemasan dibuka, harus dihabiskan dalam lima hari.

Hubungan Susu dengan Medical Checkup

Sejauh ini, belum terdapat bukti-bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa konsumsi susu sterilisasi – atau susu jenis apa pun – dapat membuat hasil foto rontgen dada menjadi baik.

Apabila seseorang memiliki kelainan pada paru-parunya – baik itu radang, infeksi, tumor, dan lain-lain – akan terdeteksi melalui foto rontgen, meskipun ia sudah mengonsumsi susu sterilisasi sehari sebelumnya.

Terlebih apabila orang yang bersangkutan memiliki alergi terhadap susu, gejala alergi seperti penambahan mukus atau lendir, batuk, pilek, bersin-bersin, hidung tersumbat, justru dapat terjadi setelah konsumsi susu.

0 Komentar

Belum ada komentar