Sukses

Kapan Waktu yang Tepat untuk Memulai Toilet Training?

Melatih anak untuk buang air kecil sendiri sangatlah penting. Ini dapat menghindari Anda dari kerepotan mengganti popoknya setiap waktu.

Salah satu barang andalan orangtua untuk meminimalkan kerepotan dalam mengurus anak adalah popok sekali pakai. Dengan popok itu, orangtua tidak perlu dikhawatirkan dengan kemungkinan anak mengompol di atas kasur, mengepel ompolan di lantai, dan cucian yang menggunung.

Namun seiring dengan meningkatnya harga kebutuhan bahan pokok, harga popok sekali pakai pun tak ketinggalan ikut meroket. Anda pun mulai memikirkan kemungkinan anak dilatih untuk buang air di pispot atau toilet. Namun, kapan waktu yang tepat untuk memulainya?

Toilet training – istilah yang digunakan untuk melatih anak buang air pada tempat yang semestinya – dapat berbeda-beda untuk setiap anak. Ada teman yang membanggakan anaknya yang sudah lepas dari popok sebelum usia dua tahun. Tetapi ada pula keponakan Anda yang masih mengompol walau sudah duduk di bangku TK.

Andalah yang berperan dalam menentukan waktu yang tepat untuk memulai toilet training. Sebagai orangtua, tentunya Anda dapat mengetahui tanda-tanda kesiapan Anak untuk memulainya. Seperti apa tanda-tandanya? Mari kita bahas satu-persatu:

  1. Umumnya sampai usia 20 bulan, frekuensi berkemih anak sangatlah banyak. Hal tersebut akan menjadi penyulit usaha untuk mengontrol kandung kemih anak Anda. Namun jika Anda merasa jumlah popok yang digunakan per hari mulai berkurang, popok anak masih kering walaupun sudah lebih dari satu jam dipakai, dan terbangun dari tidurnya tanpa membasahi popoknya, mungkin anak Anda sudah siap untuk toilet training.
  2. Jika Anda semakin dapat mempredikisi waktu buang air besar anak Anda – apakah ketika bangun pagi, setelah makan – akan sangat membantu Anda untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menyiapkan pispot anak Anda.

  3. Ada anak yang tiba-tiba berdiam diri ketika akan buang air besar, atau menepi ke sebuah pojokan ketika akan buang air kecil, atau mukanya berubah serius dan mengejan saat ingin buang air besar. Lama-kelamaan Anda akan familiar dengan tanda-tanda yang ditunjukkan anak.

  4. Umumnya bayi dan anak kecil yang belum mengerti tidak terlalu keberatan dengan memakai popok kotor. Namun, jika mereka sudah menyadari bahwa memakai popok kotor terlalu lama adalah tidak nyaman – bahkan beberapa anak sudah bisa mulai mengatakan “bau” – artinya ia sudah siap untuk naik ke level selanjutnya.

  5. Anak Anda sudah mulai menunjukkan kemampuannya untuk menurunkan celana atau menaikkan roknya, terutama ketika mereka memiliki keinginan buang air.

  6. Anak sudah dapat memahami “istilah seputar toilet” yang Anda gunakan, seperti misalnya “pupu” untuk buang air besar atau “pipis” untuk buang air kecil. Anda dapat menciptakan istilah yang mudah dimengerti dan dilafalkan anak.

Jika Anda sudah menemukan tanda-tanda seperti di atas pada anak Anda, janganlah ragu untuk memberikan toilet training kepadanya. Berbekal kesabaran dan ketekunan, Anda pasti bisa melakukannya!

0 Komentar

Belum ada komentar