Sukses

Mengompol Bisa Diturunkan dari Orangtua

Tidak menutup kemungkinan, kebiasaan mengompol anak Anda berasal dari riwayat mengompol Anda sendiri. Baca penjelasan lengkapnya di sini.

Tahukah Anda bahwa faktor genetika dapat berperan dalam kasus mengompol (enuresis) pada anak?

Mengompol dapat dikelompokkan menjadi mengompol primer dan sekunder. Disebut mengompol tipe primer  jika anak terus mengompol sejak lahir, minimal tiga kali dalam seminggu. Tipe primer ini tidak disebabkan oleh gangguan medis dan akan menghilang dengan sendirinya seiring dengan pertambahan usia. Berdasarkan penelitian, mengompol jenis ini dapat terjadi karena adanya faktor keturunan

Sementara itu, mengompol tipe sekunder dimulai jika anak mulai mengompol lagi setelah sebelumnya tidak mengompol minimal selama enam bulan. Tipe sekunder ini umumnya disebabkan oleh suatu penyakit seperti infeksi saluran kemih, gangguan tidur, atau gangguan saraf.

Nah, jika dahulu Anda memiliki riwayat mengompol di malam hari sampai usia lebih dari enam tahun, bisa saja orangtua Anda juga mengalaminya karena hal ini berkaitan dengan faktor genetika. Selain itu, tidak menutup kemungkinan anak Anda nantinya akan mengalami hal yang sama.

Berikut persentase kemungkinan anak mengompol berkaitan dengan riwayat orangtuanya:

  • Jika kedua orangtua mengompol setelah usia enam tahun, bisa dipastikan anaknya memiliki kemungkinan sebanyak 77% untuk mengalami hal yang sama.
  • Jika hanya salah satu orangtua yang mengompol, kemungkinan anak mengalami hal serupa menjadi 43%.

Yang terpenting apabila anak Anda masih mengompol di atas usia enam tahun, janganlah Anda marahi atau dikucilkan. Bangun rasa percaya diri anak Anda dan beri semangat bahwa fase ini akan dilewati tidak lama lagi. Karena pada anak yang masih mengompol, tentunya rasa percaya dirinya akan menurun dan minder jika ingin bermain dengan teman sebayanya.

0 Komentar

Belum ada komentar