Sukses

Benarkah Mengompol Berkaitan dengan IQ Anak?

Banyak yang berpendapat bahwa ketika seorang anak mengompol merupakan hal yang wajar terjadi. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa mengompol berkaitan erat dengan IQ anak tersebut. Yuk, cari tau lebih dalam mengenai hal ini di sini.

Anak yang masih mengompol di saat usianya sudah beranjak remaja merupakan hal yang sering dikaitkan dengan IQ anak tersebut. Sebenarnya, apa kaitan antara anak yang masih mengompol dengan IQ?

Para peneliti di Inggris mengungkapkan bahwa anak yang masih mengompol di usia 7 tahun ke atas mempunyai nilai IQ yang rendah dibandingkan dengan anak yang sudah tidak mengompol, khususnya di malam hari.

Hal tersebut didukung dengan adanya teori yang sudah dibuktikan bahwa salah satu penyebab dari mengompol adalah keterlambatan maturasi sistem saraf pusat.

Permasalahan anak mengompol sebagian besar karena mereka dianggap memiliki kesulitan bangun ketika kandung kemih mereka penuh, atau anak tersebut mengalami kesulitan menekan refleks untuk buang air kecil ketika mereka sedang tidur.

Para peneliti, seperti Joinson .dkk, menyelidiki hubungan antara mengompol dan kapasitas intelektual anak, serta frekuensi anak mengompol di siang hari. Para peneliti ini mengamati lebih dari 6000 anak, mulai dari anak yang berusia 7 tahun hingga anak yang berusia 9 tahun.

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa anak yang sering mengompol memiliki skor IQ rata-rata lebih rendah sebanyak 1,7 poin dibandingkan dengan anak yang tidak mengompol. Dan hasil yang didapatkan ini tetap berkaitan saat anak-anak dengan IQ di bawah 70 tidak diikutsertakan dalam penelitian.

Skala mengukur kecerdasan pada penelitian ini berdasarkan faktor neurologis, bukan dari pendidikan, riwayat keluarga atau pengaruh sosial. Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor neurologis – dalam hal ini keterlambatan maturasi sistem saraf pusat –memainkan peranan yang penting dalam kemampuan tubuh untuk bangun pada saat ada keinginan untuk buang air kecil, dan untuk menghentikan kandung kemih untuk buang air kecil di waktu yang tidak tepat.

Sedangkan di Negara Cina, terdapat penelitian yang memberikan hasil bahwa anak yang secara rutin mengompol di malam hari mendapatkan hasil yang tidak bagus pada tes kognitif dibandingkan dengan anak yang sudah tidak mengompol lagi. Hasil penelitian ini dikemukakan pada pertemuan International Children's Continence Society (ICCS).

Dr. Chung Kwong Yeung, kepala bidang bedah anak dan urologi anak di University of Hong Kong menemukan perubahan fungsi kognitif pada anak yang masih mengompol. Fungsi kognitif itu sendiri mempunyai peranan dalam intelegensi anak, ingatan jangka pendek, dan tingkat fokus anak.

Namun demikian, penelitian lebih lanjut masih sangat diperlukan untuk melihat apakah anak yang sering mengompol juga berkaitan dengan nilai dalam pendidikan mereka.

0 Komentar

Belum ada komentar