Sukses

Hati-Hati, Stres Dapat Picu Masalah Kulit

Apakah Anda sering mengalami stres? Jika ya, hati-hati. Pasalnya, stress dapat picu masalah kulit, lho! Simak ulasan medisnya berikut ini.

Stres merupakan suatu hal yang sering dirasakan oleh hampir setiap orang di kehidupan mereka. Stres menyebabkan respon kimia di badan yang menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif dan reaktif. Hal tersebut dapat membuat masalah kulit menjadi lebih sulit untuk sembuh.

Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan, ketika stres tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon kortisol dan hormon lain yang memerintahkan kelenjar sebum untuk memproduksi lebih banyak minyak. Hal tersebut dapat berakibat pada jerawat dan masalah kulit yang saling bermunculan.

Selain itu, stres juga dapat menimbulkan dampak lain pada kulit. Dampak lain stres pada kulit adalah munculnya kulit kering. Kulit kering ini dapat muncul karena hormon kortisol yang dikeluarkan dapat mengurangi produksi asam hyaluronic – yang merupakan pelembap alami kulit.

Di samping itu, hormon kortisol juga merangsang peningkatan kadar gula dalam darah yang akan mengakibatkan rusaknya kolagen dan elastin. Kolagen dan elastin adalah protein yang membuat kulit tetap elastis dan halus. Terlebih, keadaan otot yang tegang ketika seseorang sedang stres juga akan menyebabkan kerutan permanen.

Sebenarnya, apa hubungan antara stres dan kulit?

Stres dan kulit adalah suatu ikatan yang sangat erat dan sangat sulit untuk dipisahkan. Sebut saja jerawat, eksim, rosacea, psoriasis, alopecia (rambut rontok), vitiligo dan masalah kulit lainnya terkait erat dengan kondisi psikis. Perhatian khusus ini dituangkan dalam ilmu “psychodermatology” yang menerangkan dampak emosional seseorang terhadap kulitnya.

Penelitian menunjukkan bahwa minimal 30% pasien penyakit kulit memiliki dasar masalah psikologis yang tidak tergali pada kunjungan awal mereka ke dokter spesialis kulit. Namun pada kunjungan berikutnya, masalah tersebut umumnya dapat diketahui sehingga dampaknya dapat sangat nyata dalam kemajuan penyembuhan masalah kulit.

 

Stres dapat memperparah masalah kulit yang sudah terjadi. Stres emosional dapat membuat penyakit kulit yang kronis kambuh dan dapat mengakibatkan timbulnya siklus tak berujung yang disebut “siklus gatal-garuk”. Ketika stres, sebaiknya Anda tidak menggunakan produk kecantikan apapun, karena nantinya akan menambah masalah kulit yang terjadi.

 

Walaupun untuk menghindari stres merupakan suatu hal yang tidak bisa dibilang mudah, namun ada beberapa cara untuk dapat mengurangi rasa stres yang terjadi. Beberapa cara tersebut, di antaranya:

  1. Jangan abaikan kondisi Anda, khususnya kondisi kulit. Tetaplah menjaga kondisi Anda, khususnya kondisi kulit, dengan baik walaupun sedang dalam keadaan lelah ataupun stres.
  2. Berolahraga dengan rutin dan teratur. Selain dapat mengurangi rasa stres yang terjadi, olahraga juga sangat baik untuk menjaga kondisi kulit.
  3. Nikmati “me time” Anda.
  4. Berjalan-jalan mengelilingi lingkungan sekitar. Usahakan cari tempat yang rindang, hijau, dan jauh dari kebisingan agar Anda dapat menikmati suasana sehingga stres dapat berkurang.
  5. Latihan teknik manajemen stres, seperti latihan pernapasan, yoga, atau meditasi.
  6. Cukup tidur, yakni selama 7-8 jam tiap malam
  7. Berani mengatakan tidak untuk membatasi sesuatu guna mengurangi kemungkinan stres tambahan.
  8. Mengobrol dengan orang lain. Carilah dukungan dari teman untuk mencari dukungan guna mengurangi stres yang Anda alami.

0 Komentar

Belum ada komentar