Sukses

Inilah Pencetus Asma yang Perlu Anda Ketahui

Untuk mengendalikan asma, Anda perlu menghindarkan diri dari faktor pencetusnya. Apa saja faktor pencetus asma?

Penyakit asma banyak terjadi di masyarakat dan sering menimbulkan keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari pada penderitanya. Asma dapat terjadi pada anak-anak maupun dewasa dewasa, baik laki-laki maupun perempuan.

Asma merupakan suatu penyakit kronis yang menyerang saluran napas, di mana terjadi peradangan dan penyempitan saluran napas sehingga menyebabkan sesak napas.

Asma merupakan penyakit yang dapat diturunkan (genetika) dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan (pencetus). Oleh karena itu, perlu ditanyakan riwayat penyakit dalam keluarga. Paparan atau pencetus asma yang paling sering di antaranya:

  •  Infeksi saluran napas (pilek, radang).
  •  Ketegangan jiwa (emosi, stres).
  •  Kegiatan jasmani (kelelahan).
  •  Obat-obatan.
  •  Polusi udara (semprotan, wangi-wangian, obat nyamuk, rokok).
  •  Lingkungan kerja.
  •  Makanan.
  •  Bulu binatang.
  •  Perubahan cuaca (udara dingin).
  •  Lain-lain.

Paparan tersebut menimbulkan kepekaan saluran pernapasan yang berlebihan sehingga menimbulkan asma. Jika pasien atau penderita asma dapat menghindari pencetus, biasanya serangan asma akan dapat dihindari. Asma sendiri dapat diklasifikasikan ke dalam tiga macam, yaitu asma terkontrol, asma terkontrol sebagian dan asma tidak terkontrol. Gejala yang ditemukan pada pasien asma adalah:

  • Sesak napas, sulit berbicara, dada terasa berat.
  • Batuk.
  • Gelisah.
  • Frekuensi napas dan denyut jantung meningkat.
  • Mengi.

Dari gejala di atas, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah gejala tersebut disebabkan oleh asma atau penyakit lain. Pemeriksaan yang dapat dilakukan di antaranya pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah, pemeriksaan spirometri atau tes alergi.

Tujuan pengobatan asma adalah untuk mendapatkan kualitas hidup yang baik dengan menekan angka gejala asma – termasuk terbangun di malam hari, mengurangi kekambuhan, dan menghilangkan keterbatasan aktivitas. 

0 Komentar

Belum ada komentar