Sukses

Pilihan Makanan untuk Penderita Nyeri Sendi

Makanan ternyata dapat berpengaruh terhadap nyeri sendi yang terjadi. Berikut pilihan makanan untuk penderita nyeri sendi oleh dr. Nadia Octavia.

Nyeri sendi yang terjadi tentu sungguh sanggat mengganggu segala aktivitas. Segala cara tentu akan Anda lakukan guna menghilangkan rasa nyeri sendi yang terjadi ini. Mulai dari mengonsumsi obat minum, memakai obat oles, hingga mengonsumsi suplemen.

Namun, tahukah Anda bahwa makanan juga dapat mengurangi rasa nyeri sendi?

Nyeri sendi pada umumnya disebabkan oleh peradangan sendi yang disebut dengan artritis. Terdapat beberapa jenis artritis, di antaranya rheumatoid artritis, osteoartritis, dan gout artritis.

Penanganannya untuk tiap jenis artritis pada umumnya sama, namun ada beberapa rekomendasi asupan makanan yang dianjurkan untuk penderita nyeri sendi karena artritis. Berikut di antaranya:

  1. Rheumatoid artritis

Sebenarnya, tidak ada makanan yang khusus dianjurkan untuk penderita rheumatoid artritis. Namun, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa penderita rheumatoid artritis dianjurkan untuk memperbanyak makanan yang tinggi akan asam lemak omega-3, serta antioksidan. Hal tersebut bertujuan sebagai antiperadangan.

Anda dapat memperoleh asam lemak omega-3, dan antioksidan dari ikan, minyak zaitun, buah-buahan, sayur, serta kacang-kacangan. Selain itu, penelitian lain yang dipublikasikan di International Journal of Rheumatic Diseases juga menyebutkan bahwa penderita rheumatoid artritis yang mengonsumsi teh hijau mengalami penurunan tingkat keparahan peradangan dan nyeri sendi.

  1. Osteoartritis

Salah satu kunci utama dalam penanganan osteoartritis adalah dengan mengonsumsi asupan yang sehat seimbang dan menjaga berat badan tetap ideal.

Apabila Anda menderita osteoartritis maka Anda dapat mengonsumsi beberapa jenis makanan berikut:

  • Makanan yang mengandung omega-3

Kandungan omega-3 dapat Anda temukan pada ikan salmon, tuna, sarden, kacang kedelai, tahu, dan tempe. Omega-3 ini sangat baik untuk mengurangi efek peradangan yang terjadi.

  • Makanan yang mengandung kalsium dan vitamin D

Kalsium dan vitamin D berperan dalam penguatan tulang. Vitamin D penting untuk penyerapan kalsium dalam tubuh, serta dapat meningkatkan sistem imun. Kedua zat ini dapat Anda temukan pada susu sapi dan produk olahannya seperti keju atau yoghurt.

Selain itu, Anda juga dapat menemukan kalsium dan vitamin D ini pada sayuran hijau, seperti brokoli, yang mengandung komponen khusus bernama sulforaphane yang diyakini dapat mengambat perjalanan penyakit osteoartritis.

  • Bawang

Bawang, seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombay, memiliki kandungan yang kaya akan flavonoids yang berperan sebagai zat antioksidan untuk menangkal radikal bebas.

  • Kacang-kacangan

Seperti yang sudah dikatakan di atas bahwa berat badan berlebih adalah salah satu pemicu osteoartritis. Konsumsi kacang dapat membantu menurunkan berat badan. Pasalnya, kacang kaya akan serat, protein, kalsium, magnesium, seng, vitamin E. Di samping itu, Alpha Linoleic Acid (ALA) pada kacang juga dapat membantu menguatkan sistem imun.

  • Buah-buahan

Buah-buahan yang dapat dikonsumsi oleh para penderita osteoartritis adalah jenis buah yang mengandung vitamin C, seperti tomat, strawberi, kiwi, pepaya, jeruk dan raspberry.

Selain mengonsumsi jenis makanan di atas, untuk menjaga berat badan tetap ideal sebaiknya kurangi konsumsi makanan berbentuk goreng-gorengan, makanan yang bersantan, ataupun makanan manis agar bobot tubuh Anda tidak melonjak dan memperparah osteoartritis/nyeri sendi yang terjadi.

  1. Gout artritis

Di antara semua tipe artritis, yang paling berpengaruh terhadap jenis makanan yang dikonsumsi adalah gout artritis atau sering dikenal dengan asam urat. Gout artritis adalah suatu peradangan sendi yang disebabkan oleh adanya penumpukan kristal asam urat pada sendi. Terjadinya hal ini sering kali dikaitkan dengan diet dan pola makan.

Gout artritis terjadi ketika asam urat memiliki tingkat yang tinggi di dalam darah Anda sehingga menyebabkan pembentukan kristal dan terakumulasi pada sendi. Tubuh memproduksi asam urat dari pemecahan purin. Purin secara alami terdapat di dalam tubuh, namun Anda banyak mendapatkannya dari makanan seperti jeroan, ikan sarden, makarel, kerang, dsb.

0 Komentar

Belum ada komentar