Sukses

Brokoli Dapat Mencegah Penyakit Osteoartritis?

Brokoli merupakan golongan sayuran hijau yang konon dapat mencegah penyakit osteoartritis. Namun, benarkah brokoli dapat mencegah penyakit osteoartritis? Berikut penjelasan dari dr. Dyah Novita Anggraini.

Osteoartritis merupakan peradangan sendi yang merusak kartilago, atau lapisan tulang rawan di antara tulang. Gejala yang timbul pada osteoarthritis ini biasanya berupa kesulitan untuk berjalan, cepat lelah, kesulitan untuk jongkok, dan gampang jatuh.

Menurut penelitian terbaru, brokoli dapat membantu dalam memperlambat perjalan penyakit osteoartritis tersebut.

Brokoli adalah sayuran yang termasuk dalam kubis-kubisan. Brokoli dikatakan dapat mencegah osteoartritis adalah karena di dalam brokoli terdapat kandungan sulforaphane.

Para peneliti mengatakan bahwa sulforaphane ini juga dikeluarkan saat orang makan sayuran yang merupakan sayuran jenis persilangan, seperti kubis dan kol. Namun demikian, kandungan tertingi sulforaphane ini terdapat pada brokoli.

Sistem kerja sulforaphane adalah sebagai berikut:

  • Membantu memperlambat kerusakan tulang rawan pada persendian yang berkaitan dengan gejala nyeri pada penderita osteoartritis.
  • Menghambat enzim yang dapat menyebabkan kerusakan persendian dengan menghentikan molekul penting yang diketahui dapat mengakibatkan peradangan.

Pada penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan tikus menunjukkan bahwa tikus yang mengonsumsi makanan tinggi kandungan sulforaphane sedikit mengalami kerusakan tulang rawan dibandingkan dengan tikus yang tidak mengonsumsi sulforaphane tersebut.

Namun, jika Anda ingin mengonsumsi sayuran yang mengandung sulforaphane, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda. Pasalnya, sulforaphane dapat mengganggu kerja obat lain, dan dampak jangka panjang suforaphane ini belum diketahui hingga saat ini.

Dan yang tidak kalah pentingnya juga dalam pencegahan osteoartritis adalah dengan mengubah pola hidup Anda menjadi pola hidup sehat, misalnya dengan menjaga kondisi berat badan tetap optimal, dan berolahraga. Namun, usahakan untuk tidak berolahraga secara berlebihan, dan hindari juga jenis olahraga yang banyak membebani lutut, seperti melompat dan bersepeda.

0 Komentar

Belum ada komentar