Sukses

5 Tips Mengajarkan Toilet Training pada Anak

Mengajarkan toilet training pada anak merupakan hal penting guna melatih kemampuan anak untuk buang air keicl dan besar di tempat yang seharusnya. Berikut 5 tips mengajarkan toilet training pada anak oleh dr. Kartika Mayasari.

Masa perpindahan dari popok ke toilet merupakan masa yang harus dilewati oleh seorang anak. Padahal, baru beberapa bulan yang lalu Anda direpotkan dengan mengganti popok bayi Anda, namun saat ini Anda sudah harus mengajarkan toilet training pada anak Anda.

Sebelum Anda mengajarkan toilet training pada anak Anda, pastikan dulu anak Anda sudah memiliki kesiapan untuk melakukan buang air kecil dan besar di toilet. Kesiapan ini meliputi beberapa faktor, baik faktor usia, maupun faktor kemampuan fisik dan kognitifnya.

Mengajarkan toilet training pada anak Anda harus dibarengi dengan beberapa pertimbangan, salah satunya adalah usia. Pasalnya, bila usia anak Anda terlalu dini untuk melakukan toilet training, bisa saja anak Anda masih belum dapat untuk mengontrol keinginan buang air kecilnya. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda mengetahui waktu yang tepat untuk mulai mengajarkan toilet training pada Anak.

Beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengajarkan toilet training pada anak Anda, antara lain:

1. Sebelum memulai toilet training, anak Anda perlu terbiasa dahulu dengan duduk di toilet atau di kloset Anak. Berikan penjelasan bahwa kloset merupakan tempat khusus di mana ia bisa buang air kecil dan buang air besar. Hal ini bisa Anda lakukan sambil mengajarkan anak Anda cara buang air besar dan buang air kecil yang benar di kloset tersebut.

Jika anak Anda bosan untuk duduk di klosetnya, Anda bisa menyiasatinya dengan membacakan dongeng dan bermain di dekat anak Anda ketika anak Anda duduk di klosetnya tersebut. Selain itu, Anda juga dapat menghiasi kamar mandi Anda dengan stiker bergambar guna membantu melawan kebosanan yang dialami oleh anak Anda saat mencoba untuk buang air besar dan air kecil di kloset.

2. Hindari pemakaian baju dengan banyak pernak-pernik, seperti kancing atau ritsleting yang susah dibuka, yang akan menjadi penghalang bagi anak Anda selama melakukan toilet training.

3. Jika memungkinkan, taruh kloset yang digunakan untuk toilet training di setiap sudut rumah Anda agar jika anak Anda sudah memberikan tanda-tanda untuk buang air kecil atau air besar, Anda bisa dengan cepat meraih toilet tersebut.

4. Amati siklus buang air kecil dan buang air besar anak Anda untuk mengatur jadwal anak ke toilet, misalnya memperhatikan berapa jeda waktu yang dibutuhkan Anak untuk buang air kecil atau besar setelah ia bangun tidur. Setelah mengetahui hal tersebut, Anda akan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menawarkan anak Anda untuk ke toilet untuk buang air kecil atau besar setelah ia bangun tidur. Jadikan hal ini rutinitas setiap harinya.

5. Anak belajar dari meniru, terutama meniru orangtuanya. Mengamati orang dewasa melakukan kegiatan di kamar mandi merupakan salah satu cara toilet training yang efektif.

0 Komentar

Belum ada komentar