Sukses

Jenis-Jenis Alergi pada Anak

Alergi pada anak ternyata bervariasi jenis dan sebabnya. Yuk, kenali jenis-jenis alergi pada anak bersama dr. Kartika Mayasari berikut ini.

Setiap orang mungkin memiliki reaksi alergi. Reaksi alergi yang dimiliki setiap orang dapat berkisar mulai dari tingkat yang ringan hingga tingkat yang berat, yang dapat berakibat kematian.

Alergi, atau reaksi hipersensitivitas tipe 1 adalah kegagalan dari kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam reaksi imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya bersifat alergen.

Alergen adalah bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitivitas. Dengan kata lain, hipersensitivitas adalah keadaan tubuh manusia yang bereaksi secara berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang tidak hipersensitif.

Reaksi alergi tidak selalu terjadi secara langsung di saat anak Anda berkontak dengan zat alergen, tetapi reaksi bisa saja terjadi ketika anak melakukan kontak selanjutnya. Reaksi tersebut biasa disebut dengan reaksi sensitisasi.

Reaksi sensitisasi ini yang kemudian dapat menyebabkan anak yang awalnya tidak alergi terhadap sesuatu, tapi setelah beberapa tahun kemudian bisa terkena suatu alergi. Jadi, peristiwa tersebut bukan merupakan suatu hal yang aneh.

Beberapa jenis alergi yang bisa terjadi pada anak, misalnya:

  1. Alergi makanan

Alergi makanan adalah reaksi hipersensitivitas pada sistem kekebalan tubuh terhadap makanan tertentu. Makanan yang sering menyebabkan alergi adalah susu sapi, sereal, kacang-kacangan, putih telur, udang, dan ikan. Selain itu, alergi juga dapat disebabkan oleh sulfide atau salisilat yang terkandung di dalam makanan, obat-obatan, penyedap makanan, zat pengawet dan pewarna sintetis.

  1. Alergi pada kulit

Alergi pada kulit ini biasanya mempunyai gejala adanya benjolan/ruam, gatal, kemerahan dan kondisi kulit lainnya yang sangat umum. Ruam bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk tanaman – misalnya poison ivy.

Reaksi alergi terjadi dapat disebabkan oleh obat, makanan, atau penyakit tertentu – seperti campak atau cacar air

Eksim dan gatal-gatal, baik yang terkait dengan alergi ataupun yang bukan, adalah dua dari gejala ruam kulit yang paling umum terjadi.

  1. Alergi debu

Alergi debu mempunyai gejala umum selalu bersin saat berada pada daerah yang kotor, banyak debu, atau di ruangan yang lama tak berpenghuni. Selain itu, buku dan baju yang sudah lama Anda simpan juga bisa menjadi pencetus kambuhnya alergi anak Anda.

  1. Alergi serangga

Reaksi alergi akibat serangga berbeda pada setiap anak, tergantung dari banyaknya zat alergen yang terkandung dalam serangga tersebut, dan reaksi tubuh anak. Gejala yang bisa ditimbulkan akibat alergi serangga ini bisa ringan, sedang, ataupun berat.

  1. Alergi hewan peliharaan

Alergi pada hewan peliharaan adalah reaksi alergi terhadap protein yang ditemukan di sel kulit, air liur, ataupun air seni hewan. Tanda-tanda alergi hewan peliharaan termasuk yang umum, seperti bersin, pilek, batuk dan sesak. Beberapa orang bisa mengalami gejala asma, seperti bengek dan sesak nafas. Alergi karena hewan peliharaan yang paling sering terjadi dipicu oleh paparan serpih kulit mati atau bulu hewan peliharaan.

  1. Alergi pada mata

Gangguan mata yang bisa terjadi karena alergi, misalnya bintitan atau hordeolum, mata merah dan konjungtivitis alergi.

  1. Alergi obat

Alergi obat adalah reaksi alergi di mana sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap obat-obatan tertentu yang dikonsumsi oleh seseorang. Beberapa jenis obat, termasuk obat yang dijual bebas ataupun obat yang menggunakan resep dokter, berpotensi menimbulkan alergi terhadap orang yang sensitif terhadap obat tersebut.

Jadi dengan kata lain, bisa saja obat milik si A menimbulkan alergi bagi si B, namun tidak menimbulkan reaksi alergi bagi si C. 

0 Komentar

Belum ada komentar