Sukses

Kehidupan Seks bagi Wanita Menyusui

Sebagian wanita merasa kehidupan seksualnya terganggu setelah melahirkan dan selama masa menyusui. Bagaimana cara menangani kondisi ini?

Hamil, melahirkan, dan menyusui merupakan suatu keadaan normal dalam kehidupan seorang wanita. Namun, setelah melahirkan dan selama masa menyusui banyak pasangan yang mengalami gangguan pada aktivitas seksualnya.

Sebagian wanita merasa ingin lebih fokus merawat bayi yang baru lahir atau takut hamil terlalu cepat, sehingga memilih untuk mengurangi aktivitas seksualnya. Sebagian lainnya merasa terganggu saat melakukan hubungan seksual pada masa menyusui, kemudian membatasi aktivitas seksualnya.

Tapi, apakah Anda memang harus membatasi kehidupan seksual selama masa menyusui?  

Hubungan Seksual Saat Menyusui

Aktivitas seksual sebenarnya sudah dapat dilakukan setelah masa nifas berakhir, yaitu setelah 4-6 minggu pasca-melahirkan. Setelah melahirkan, sebagian pasangan merasakan adanya tekanan baru akibat kerepotan dalam mengurus bayi yang baru lahir. Jika tekanan tersebut tidak dapat diatasi, kehidupan sosial, pekerjaan, dan hubungan suami-istri dapat terganggu.

Relaksasi pikiran dan fisik merupakan salah satu cara untuk mengurangi tekanan yang dialami oleh pasangan. Aktivitas seksual merupakan salah satu cara relaksasi yang dapat dilakukan. Aktivitas seksual dapat meningkatkan kadar dopamin dan endorfin dalam tubuh, sehingga dapat membuat tubuh dan pikiran terasa lebih rileks.

Metode Kontrasepsi Saat Menyusui

Menyusui bayi secara eksklusif merupakan salah satu metode kontrasepsi. Saat ibu menyusui bayi secara eksklusif, terjadi perubahan hormon dalam tubuh ibu. Perubahan ini menghambat menstuasi serta menghambat pengeluaran sel telur, sehingga dapat mencegah kehamilan selama enam bulan pertama setelah melahirkan. Syarat agar menyusui efektif dalam menghambat kehamilan adalah:

  • Lakukan inisiasi menyusui dini dalam satu jam pertama setelah melahirkan bayi.
  • Berikan ASI eksklusif selama enam bulan.
  • Berikan ASI secara teratur kepada bayi yaitu 8-12 kali sehari.

Masalah pada Hubungan Seksual Saat Menyusui

Terkadang, saat menyusui dapat timbul beberapa masalah pada hubungan seksual misalnya kekeringan vagina dan kebocoran ASI saat melakukan hubungan seksual. Bagaimana cara mengatasinya?

  • Kekeringan Vagina

Kekeringan vagina dapat terjadi selama masa menyusui akibat perubahan kadar hormon dalam tubuh wanita. Untuk mengatasinya, Anda dapat mencoba untuk melakukan foreplay lebih lama. Foreplay lebih lama dapat meningkatkan pengeluaran cairan pada vagina sehingga dapat mengurangi kekeringan pada vagina. Cara lain yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi kekeringan vagina adalah menggunakan pelicin berbasis air.

  • Kebocoran ASI

Saat menyusui, pada saat-saat tertentu, payudara akan penuh terisi ASI. Terkadang saat melakukan hubungan seksual, ASI dapat bocor sedikit. Untuk mengatasinya ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan. Anda dapat menyusui bayi atau mengeluarkan ASI sebelum Anda melakukan hubungan seksual, sehingga payudara Anda akan terasa lebih nyaman dan tidak mengalami kebocoran. Selama melakukan hubungan seksual, Anda juga dapat sedikit menekan puting Anda atau menggunakan handuk jika terjadi kebocoran ASI dari payudara.

Selama masa menyusui, Anda juga dapat memilih metode KB yang tidak mengganggu pengeluaran ASI seperti mini pil, KB suntik satu bulan, atau spiral. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter/bidan mengenai jenis KB yang paling sesuai untuk Anda. Dengan menerapkan cara di atas, Anda tidak perlu khawatir untuk melakukan hubungan seksual dengan pasangan selama masa menyusui.

0 Komentar

Belum ada komentar