Sukses

Kenali Gangguan Bipolar Sejak Dini

Sering para ahli menyebut gangguan bipolar sebagai manik-depresif. Apa itu bipolar dan bagaimana penanganannya? Baca penjelasan lengkapnya di sini.

Gangguan bipolar adalah sebuah penyakit di mana penderitanya mengalami gangguan suasana hati (mood).

Pada penderita bipolar, suasana hati dengan sangat cepat beralih secara drastis dari kondisi tertekan seperti depresi, menjadi kondisi yang paling bersemangat atau mania. Sering para ahli menyebut gangguan ini sebagai manik-depresif.  

Saat mengalami depresi penderita gangguan bipolar merasa sangat sedih, menangis tersedu-sedu dan sering kali merasa hidupnya tidak berguna.

Terkadang penyebab penderita merasa depresi sangatlah sepele, namun memberikan perasaan berbeda terhadap dirinya. Misalnya, ketika penderita tidak bisa mengerjakan soal ujian di sekolah, dia merasa sebagai orang yang tidak berguna, malu bertemu dengan orang lain, memiliki perasaan menyesal yang berlebihan.

Sementara pada fase mania, penderita terlihat sangat berenergi bahkan tidak dapat tidur, terkesan sulit diatur dan kadang kala menjadi sangat pemarah. Pada fase mania terkadang penderita dapat tidak tidur selama beberapa hari.

Penyebab Gangguan Bipolar

Penyebab gangguan bipolar belum diketahui secara pasti, sehingga para peneliti masih berusaha mencari penyebab penyakit ini. Gangguan bipolar dihubungkan dengan berbagai gangguan otak seperti gangguan struktur, fungsi, kimia, neurokimia, neuroendokrin, dan pengiriman sinyal di otak. Faktor keturunan juga memegang peranan penting penyakit ini.

Namun, stres yang berat dan ketidaksiapan menghadapi sebuah masalah sering mengawali terjadinya episode pertama gangguan ini. Peristiwa-peristiwa seperti itu dapat menyebabkan perubahan neuronal permanen yang menjadi pendukung seseorang menderita rentetan episode gangguan mood. Gangguan ini dapat menyerang berbagai usia, namun paling sering menyeran dewasa muda dan lansia.

Jenis-Jenis Gangguan Bipolar

Terdapat beberapa jenis gangguan bipolar, yakni:

  • Gangguan bipolar I

Gangguan bipolar I merupakan gejala gangguan berat, ditandai oleh satu atau lebih episode manik dan beberapa kali depresif. Gangguan mood sangat mengganggu sehingga dapat menghalangi orang menjalankan aktivitas sehari-hari.

  • Gangguan bipolar II

Pada gangguan tipe II ini, keadaan tidak seberat tipe I. Penderita masih dapat menjalankan aktivitas sehari-hari. Namun penderita menjadi lebih mudah tersinggung. Ketika perasaan “naik”, penderita hanya mencapai tingkat hipomania (keadaan tidak separah mania). Pada tipe ini, kondisi depresi biasanya berlangsung lebih lama dibandingkan dengan kondisi hipomania.

  • Gangguan siklotimik

Dikenal sebagai cyclothymia. Merupakan bentuk ringan dari gangguan jiwa bipolar. Kondisi mania dan depresi kadang kala mengganggu, namun tidak seberat pada gangguan bipolar I dan II

Ditandai paling sedikit dua tahun dari sejumlah periode waktu gejala hipomanik yang tidak memenuhi kriteria episode manik, dan sejumlah periode gejala depresif yang tidak memenuhi kriteria depresif mayor.  

  • Gangguan bipolar yang tidak terinci

Gangguan ini mencakup gambaran bipolar yang tidak memenuhi kriteria di atas.

Gejala Gangguan Bipolar

Gejala yang berbeda akan terlihat pada orang dengan gangguan bipolar. Gejala depresi akan sangat bertentangan dengan gejala mania, namun ada juga yang memiliki gejala keduanya (campuran).

  1. Fase Depresi

Fase depresi merupakan fase yang dirasakan pada saat penderita mengalami mood di bawah ini:

  • Kesedihan berlebih, menangis sepanjang waktu.
  • Merasa tanpa harapan.
  • Keinginan atau tindakan bunuh diri.
  • Anxiety (kecemasan).
  • Menyalahkan diri sendiri.
  • Gangguan tidur.
  • Nafsu makan menurun atau bahkan naik.
  • Merasa lelah berlebihan.
  • Hilangnya minat pada kegiatan yang dulu dinilainya menarik/menyenangkan.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Mudah tersinggung.
  • Rasa nyeri kronis pada tubuh tanpa alasan yang jelas.
  • Sering mangkir sekolah/kerja.
  • Prestasi rendah di sekolah atau tempat kerja.
  1. Fase Mania

Fase mania merupakan fase yang dirasakan pada saat penderita mengalami mood di bawah ini:

  • Gembira berlebihan (euforia).
  • Percaya diri berlebihan.
  • Kemampuan menilai keadaan lingkungan yang buruk. Penderita tidak mampu menempatkan diri sesuai dengan lingkungannya.
  • Bicara cepat.
  • Pikiran yang berkejar-kejaran.
  • Agresif baik dalam pergaulan maupun seksual.
  • Kegiatan fisik meningkat.
  • Perilaku berbahaya.
  • Mengeluarkan uang tanpa perhitungan.
  • Meningkatnya dorongan untuk berprestasi atau mencapai tujuan.
  • Meningkatnya dorongan seksual.
  • Berkurangnya dorongan untuk tidur, hilangnya perasaaan mengantuk.
  • Gampang terganggu konsentrasi.
  • Berlebihan dalam mengonsumsi alkohol atau obat-obatan.
  • Sering bolos sekolah atau kerja.
  • Mempunyai waham atau keluar dari realitas.

Agar penyakit tidak bertambah berat sehingga menimbulkan masalah sosial, sebaiknya penderita bipolar mendapatkan perawatan intensif oleh dokter ahli spesialis kejiwaan. Penderita harus meminum obat secara teratur, mengikuti terapi psikososial (individual, kelompok, keluarga), serta dukungan keluarga yang besar sangat berpengaruh bagi kesembuhan penderita

0 Komentar

Belum ada komentar