Sukses

Apakah Benar Penderita Skizofrenia Berbahaya?

Bagi sebagian orang, skizofrenia diidentikkan dengan halusinasi yang mengarah pada perbuatan berbahaya. Yuk, telusuri lebih dalam mengenai skizofrenia di sini.

Beberapa waktu lalu kita mendengar berita mengenai pembunuhan yang dilakukan oleh seorang ayah terhadap kedua anak kandungnya.

Tidak hanya itu pelaku juga melakukan mutilasi kepada keduanya. Pertanyaan yang sangat mendasar, apakah normal jika seseorang ayah melakukan hal tersebut terhadap anak kandungnya?

Berdasarkan hasil penyelidikan pihak berwajib, pelaku melakukan hal tersebut setelah belakangan ini mendengar suara-suara yang memerintahkannya untuk melakukan perbuatan keji tersebut.

Saat ini, pelaku sedang dalam pemeriksaan dokter ahli untuk membuktikan pernyataannya tersebut. Namun jika benar yang dikatakan pelaku, berarti dia telah mendapat sebuah halusinasi, dan halusinansi tersebut merupakan salah satu gejala dari skizofrenia.

Sebenarnya apa itu skizofrenia dan seberapa parah penyakit tersebut dapat mengancam kehidupan penderitanya? Apakah penyakit ini dapat disembuhkan? Haruskah penderita skizofrenia kita pasung untuk mencegah penderita mengamuk ataupun menyakiti orang-orang sekitarnya?

Pengertian Skizofrenia

Skizofrenia merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu gangguan kejiwaan mayor yang ditandai dengan adanya perubahan pada persepsi, pikiran, alam perasaan, dan perilaku seseorang.

Gangguan jiwa ini biasanya dimulai pada usia dewasa muda, dan menyerang 1% dari populasi orang dewasa. Menurut teori penyakit ini disebabkan oleh faktor keturunan, biokimia, maupun perasaan tertekan dalam lingkungan sosial.

Gejala skizofrenia secara garis besar dapat di bagi dalam dua kelompok, yaitu gejala positif dan gejala negatif.

Gejala Positif Skizofrenia

Fungsi otak dari penderita penyakit skizofrenia akan bekerja lebih aktif atau berlebihan, sehingga menyebabkan otak bekerja dengan tidak normal. Akibatnya, penderita akan mengalami beberapa hal ini:

  • Berkhayal

?Ini merupakan hal yang paling umum dialami oleh para penderita, mereka memiliki keyakinan yang berbeda dengan orang normal. Mereka akan melihat realitas yang berbeda dan sering salah menafsirkan persepsi.

  • Halusinasi

?Orang yang mengalami penyakit ini sering berhalusinasi. Mereka kerap melihat, mendengar, atau mencium sesuatu yang tidak ada. Penderita sangat meyakini apa yang dilihat dan didengarnya. Halusinasi pendengaran paling sering dialami oleh penderita skizofrenia; mereka sering mendengarkan suara-suara yang berbicara baik tidak tertuju kepadanya maupun yang tertuju kepada penderita. Sering kali penderita mengikuti perintah dari suara-suara yang tidak nyata tersebut.

  • Perilaku tidak wajar

Orang yang mengalami skizofrenia sering berperilaku aneh dan mereka tidak memiliki lagi rasa malu. Kadang tertawa, kadang menangis, memakai dan mengumpulkan benda-benda yang tidak berguna (sampah) tanpa tujuan yang jelas, dsb.

  • Kekacauan pikiran

Penderita skizofrenia akan kesulitan berbicara dan mengatur pikirannya, sehingga hal ini mengganggu kemampuan berkomunikasi dan bertingkah laku dalam lingkungan sosial. Pasien kadang tidak lagi mengerti waktu, tidak dapat membedakan antara siang dan malam. Penderita sering kali tidak tidur selama beberapa hari akibat kekacauan pikiran.

Gejala Negatif Skizofrenia

Gejala ini mengacu pada berkurangnya atau bahkan tidak adanya karakteristik fungsi otak yang normal. Selain itu, gejala ini mungkin muncul disertai atau tanpa adanya gejala positif. Gejala-gejala yang ditimbulkan antara lain:

  • Alam perasaan tumpul atau mendatar

Penderita menunjukkan mimik dan perilaku yang datar, seperti tidak mempunyai motivasi hidup dan tidak pula dapat mengungkapkan perasaan senang, sedih, maupun marah.

  • Menarik diri dari lingkungan

Penderita akan mengurung diri di suatu tempat yang tidak ada terdapat orang lain selain dirinya. Gejala khas pada penderita skizofrenia ialah posisi kedua tangan yang memeluk kaki. Posisi seperti bayi dalam kandungan ini memberikan rasa yang sangat nyaman bagi penderita.

  • Berkurangnya kontak emosional (pendiam, sulit diajak bicara)

Penderita menjadi tidak memiliki kedekatan dengan orang lain termasuk keluarganya sendiri. Tidak dapat diajak berbicara dan berkomunikasi.

  • Pasif, apatis atau acuh tak acuh, sulit berpikir

Penderita lebih banyak diam, tidak ada kepedulian terhadap lingkungan sekitar, harus disebut namanya beberapa kali agar merespons panggilan, serta  tidak mampu menerima masalah yang mengharuskan dia berpikir.

  • Kehilangan dorongan kehendak atau inisiatif

Penderita menjadi tidak aktif, kehilangan keinginan dalam hal apa pun, kecuali untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makan dan minum. Tidak memiliki inisiatif untuk melakukan suatu hal, dan hanya mampu mengerjakan hal-hal ringan yang diperintahkan oleh orang lain.

Penderita skizofrenia dapat dikenali secara dini lewat adanya perubahan perilaku yang mencolok dan tiba-tiba. Gejala yang timbul dapat berupa gejala positif, negatif, atau gabungan antara keduanya.

Pada beberapa kasus, penderita skizofrenia dapat mengancam keselamatan orang-orang di sekitarnya. Banyak penderita yang mengaku mendengar suara yang memerintahkannya untuk melakukan tindak kekerasan terhadap orang-orang di sekitarnya demi mewujudkan sebuah tujuan tertentu. Biasanya mereka mengaku suara tersebut berasal dari Tuhan atau dewa-dewa, sehingga penderita tidak segan-segan melakukan kekerasan terhadap orang lain – keluarga dekat ialah orang yang paling berisiko. Untuk itu, perlu kita waspadai gejala-gejala yang timbul sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.

Penderita yang menderita skizofrenia biasanya ditutup-tutupi oleh keluarga, baik dikurung pada sebuah ruangan di rumah maupun dipasung. Keadaan ini tidak menyelesaikan masalah bahkan akan semakin memperberat keadaan penderita. Penanganan yang baik oleh dokter ahli sangat diperlukan, karena pengobatan yang teratur selama seumur hidup dapat membantu penderita skizofrenia dalam mengontrol penyakitnya. Dan yang terpenting, dukungan keluarga merupakan obat yang paling ampuh bagi penderita skizofrenia.

0 Komentar

Belum ada komentar