Sukses

6 Jenis Gangguan Perilaku Seksual

Gangguan perilaku seksual ternyata sangat beragam, mulai dari gangguan yang terlihat ringan hingga gangguan yang berat. Berikut 6 jenis gangguan perilaku seksual oleh dr. Dewi Ema Anindia.

Perilaku seksual yang menyimpang, atau disebut sebagai parafilia, merupakan suatu perilaku seksual yang abnormal atau dapat dikatakan sebagai sebuah keinginan abnormal yang ditandai dengan fantasi seksual yang sangat kuat, keinginan yang terus datang, dan sulit untuk dihilangkan.

Parafilia dapat menimbulkan masalah untuk diri sendiri, masalah sosial, hingga masalah karir. Terkadang, kelainan ini pun dapat menimbulkan masalah sosial dan hukum yang serius.

Gangguan perilaku seksual apa sajakah yang bisa disebut sebagai Parafilia?

  1. Exibisionisme

Exibisionisme merupakan suatu tindakan di mana seseorang akan menunjukkan alat kelaminnya ke orang yang tidak ia kenal. Penderita gangguan ini merasa memiliki kepuasan tersendiri apabila bisa membuat orang lain terkesan dengan perilakunya tersebut.

Pada umumnya, penderita exibisionisme hanya akan menunjukkan alat kelamin tanpa adanya kontak seksual dengan seseorang. Namun terkadang mereka dapat melakukan masturbasi di depan umum di mana tindakan ini merupakan sebuah tindakan yang dilarang.

  1. Fetishisme

Orang-orang yang menderita Fetihisme akan mengalami keinginan atau nafsu seksual terhadap benda-benda mati. Orang-orang yang mengalami fetishisme ini akan merasa terangsang apabila menggunakan ataupun menyentuh suatu benda/objek tertentnu. Benda yang biasanya digunakan untuk memenuhi nafsu seksualnya ini, misalnya celana dalam, sepatu wanita, ataupun baju wanita.

  1. Frotteurisme

Kelainan frotteurisme atau sering disebut sebagai “gesek-gesek” merupakan suatu kelainan di mana keinginan seksual seseorang adalah dengan menyentuh atau menggesekkan alat kelaminnya pada tubuh seseorang yang tidak Ia kenal.

Pada umumnya, kasus ini akan terjadi pada pria yang menggesekkan alat kelaminnya pada wanita di angkutan umum, seperti di dalam kereta atau bis. 

  1. Pedofilia

Orang-orang dengan pedofilia memiliki fantasi, keinginan atau tindakan untuk melakukan aktivitas seksual dengan anak-anak. Gangguan perilaku yang dialami oleh orang yang menderita pedofilia ini, misalnya membuka baju anak, memaksa anak menontoni perilaku masturbasi yang dilakukan oleh penderita, menyentuh alat kelamin anak, dan melakukan tindakan seksual secara paksa kepada anak.

Pada beberapa kasus, para pedofil ini bisa melakukan tindakan kekerasan, seperti mengancam, agar sang anak mau menuruti apa yang diperintahkan.

Tindakan ini sangat dilarang kerasa oleh hukum, dan perilaku pedofil pada umumnya akan dipenjarakan.

  1. Masokisme

Individu dengan kelainan masokisme hanya dapat mecapai klimaks atau orgasme dengan tindakan-tindakan, seperti dipermalukan, dipukuli, atau disengsarakan. Kegiatan yang di maksud bisa dalam bentuk perkataan, atau beberapa kegiatan tertentu – seperti dipukuli, diikat atau disiksa.

Penderita masokisme ini bisa melukai diri sendiri atau memerintahkan orang untuk melukai dirinya demi kepuasan seksual.

  1. Sadisme

Para individu dengan gangguan sadism ini dapat memiliki fantasi menetap mengenai kepuasan seksual yang didapat dari penderitaan mental atau fisik dari pasangan seksual lain. Pada kondisi yang ekstrim, penderita sadisme bisa melakukan pemerkosaan, penyiksaan, hingga pembunuhan untuk mendapatkan kepuasaan seksual. Pada umumnya penderita sadisme membutuhkan terapi psikologis yang intensif agar dapat sembuh dari kelainan yang diderita.

0 Komentar

Belum ada komentar