Sukses

Kelainan Kulit pada Ibu Hamil

Kelainan kulit pada ibu hamil kerap kali terjadi. Apa saja kelainan kulit pada ibu hamil yang terjadi? Berikut info medis dari dr. Dina Kusumawardhani.

Pada ibu hamil perubahan tubuh kerap terjadi. Perubahan pada tubuh yang terjadi pada ibu hamil, misalnya pembesaran payudara, peningkatan berat badan, dan juga perubahan pada kulit.

Selain perubaan seperti di atas, terdapat pula perubahan yang menyebabkan kelainan kulit pada ibu hamil. Kelainan kulit pada ibu hamil yang umumnya terjadi berupa munculnya bercak kehitaman pada payudara dan puting susu, timbulnya selulit, jerawat dan juga gambaran seperti jaring laba-laba pada perut.

Semua kondisi yang terjadi tersebut berhubungan erat dengan perubahan hormon yang terjadi saat hamil.

Berikut adalah penjelasan mengenai kelainan kulit pada wanita hamil :

  1. Hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi atau bercak hitam biasanya disebabkan oleh peningkatan melanin. Bercak kehitaman ini biasanya akan menghilang jika sudah melahirkan, namun pada beberapa kasus hiperpigmentasi ini juga dapat timbul sampai beberapa tahun setelah melahirkan, salah satu contohnya juga terjadi pada melasma.

Salah satu tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah menghindari paparan sinar matahari secara langsung pada saat siang hari.

  1. Selulit (Stretch marks)

Selulit, atau stretch marks biasanya timbul pada perut, bagian dada, dan juga bokong. Selulit, atau stretch marks biasanya berwarna merah hingga keunguan. Stretch marks atau selulit ini biasanya akan hilang setelah melahirkan. Namun pada beberapa orang, pemberian krim dan terapi laser dapat dipertimbangkan untuk dilakukan guna menghilangkan selulit atau stretch marks ini.

  1. Bercak kemerahan

Bercak kemerahan biasanya timbul pada leher, dada, dan punggung. Terkadang bercak merah ini juga dapat ditemukan pada payudara. Pada umumnya, bercak merah ini akan hilang dengan sendirinya.

  1. Jerawat

Jerawat dapat timbul atau semakin memberat dengan adanya kehamilan. Beberapa cara untuk mencegah jerawat yang dapat dilakukan di antaranya adalah dengan membersihkan wajah secara teratur, minimal 2 kali sehari. Terkadang, pengobatan perlu dilakukan untuk menghindari kerusakan yang dapat terjadi pada kulit. Namun, obat jerawat tidak semuanya aman, Anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan jenis obat tertentu untuk obati untuk jerawat tersebut.

  1. Varises

Varises terjadi akibat adanya pelebaran pembuluh darah balik (vena). Varises kecil bisa muncul di bagian wajah, leher dan tangan. Varises ini timbul saat hamil karena adanya peningkatan hormonal yang mengakibatkan peningkatan volume darah.

Varises lainnya yang mengganggu, dapat timbul di kaki, vulva, vagina dan juga di rektum (dapat terjadi ambeyen). Semua kondisi ini biasanya dapat hilang dengan sendirinya setelah kehamilan.

Ada beberapa cara untuk meminimalkan gejala varises, yaitu batasi duduk dan berdiri dalam waktu yang lama, jangan menyilangkan kaki sewaktu duduk, elevasi (mengangkat kaki) pada waktu tertentu, berolahraga secara rutin, dan hindari konstipasi.

  1. Prurigo/gatal

Prurigo merupakan keluhan kulit yang disertai dengan gatal. Kelainan ini berkaitan dengan perubahan sistem imun pada waktu hamil. Prurigo dapat hilang setelah beberapa bulan pasca melahirkan.

Jika muncul keluhan di atas dan dirasakan mengganggu, sebaiknya konsultasikan keadaan tersebut dengan dokter. Jangan menggunakan sembarang obat-obatan ataupun kosmetik tanpa adanya pengawasan dokter. Selain itu, pastikan juga obat yang digunakan aman bagi ibu maupun janin.

0 Komentar

Belum ada komentar