Sukses

Daun Ubi Jalar Bisa Atasi Demam Berdarah?

Mungkin Anda pernah mendengar informasi bahwa daun ubi jalar dapat menaikkan trombosit pasien demam berdarah. Apakah ini benar?

Di musim penghujan seperti saat ini, banyak bermunculan kasus demam berdarah atau demam berdarah dengue (DBD). Hal ini dapat dimengerti karena perkembangan nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebar virus dengue meningkat pada musim hujan.

Di tengah-tengah merebaknya kasus DBD, mungkin kita akan mendengar dan memperoleh berbagai informasi mengenai penanganan demam berdarah.

Salah satu informasi yang beredar secara berantai dalam pesan singkat dan media sosial belakangan ini adalah konsumsi daun “ular” (alias ubi jalar) yang ampuh mengobati demam berdarah.

Dalam pesan singkat tersebut dikatakan bahwa meminum air rebusan pucuk daun ubi jalar sebanyak satu liter sehari dapat menaikkan jumlah trombosit secara drastis.

Lalu, apakah informasi ini dapat dipercaya?

Daun Ubi Jalar dan Kaitannya dengan DBD

Ubi jalar (Ipomoea batatas Lam) memang menduduki peringkat keenam dalam tanaman pangan terpenting di dunia. Ubi jalar telah diakui sebagai super food bila dibandingkan dengan jenis sayuran lain karena sifatnya yang serba guna, enak, serta bernilai nutrisi tinggi. Khasiatnya dalam pengobatan antara lain aktivitas antikanker, antidiabetes, antiradang, antioksidan, antibakteri, antijamur, antivirus, antiulkus, hepatoprotektif, penyembuhan luka, dan imunomodulator.

Selain itu, ubi jalar juga mengandung berbagai mineral penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Akan tetapi, kegunaan ubi jalar, khususnya bagian pucuk daunnya dalam memperbaiki jumlah trombosit masih merupakan laporan-laporan individu dan tidak berdasarkan uji klinis ataupun fakta ilmiah.

Dalam dunia medis, tidak ada pengobatan yang spesifik pada penyakit demam berdarah. Pengobatan utama adalah pemberian cairan baik secara oral maupun melalui infus, di samping istirahat yang cukup, makanan yang bernutrisi, dan pengobatan untuk meringankan gejala (misalnya obat demam).

Sebenarnya, yang lebih mengkhawatirkan bukanlah jumlah trombosit yang menurun, melainkan kondisi syok yang terjadi pada kasus demam berdarah yang berat. Apabila tidak ditangani dengan segera, kondisi syok dapat berujung pada kematian. Pada kasus demam berdarah yang ringan, jumlah trombosit umumnya akan kembali meningkat dengan sendirinya seiring dengan perjalanan penyakit. 

0 Komentar

Belum ada komentar