Sukses

Fenomena Equinox dan Dampaknya bagi Kesehatan

Equinox merupakan fenomena alam yang membuat durasi siang dan malam menjadi cenderung sama di seluruh belahan dunia. Kenali fenomena equinox dan dampaknya bagi kesehatan bersama dr. Karunia Ramadhan berikut ini.

Beberapa hari ini telah beredar informasi mengenai akan terjadinya fenomena equinox di beberapa wilayah di dunia, termasuk di Indonesia.

Walaupun telah diklarifikasi oleh BMKG bahwa fenomena tersebut tidak akan berpengaruh bagi masyarakat Indonesia, namun tidak ada salahnya jika kita mengetahui mengenai fenomena equinox dan efeknya bagi kesehatan.

Apa Itu Equinox?

Equinox berasal dari bahasa latin yang memiliki arti malam yang sama panjang. Pada saat fenomena equinox ini terjadi, durasi siang dan malam cenderung menjadi sama di seluruh belahan dunia. Namun pada fenomena equinox ini, matahari mengalami posisi terdekat dengan bumi, dan hal ini dipercaya dapat menyebabkan peningkatan suhu bumi hingga mencapai 40° C atau lebih.

Pada keadaan suhu lingkungan yang mencapai suhu hingga  40° C maka dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan. Masalah kesehatan yang paling utama akibat hal tersebut adalah Heat stroke.

Apa Itu Heat stroke?

Heat stroke adalah keadaan di mana terjadi kenaikan suhu tubuh hingga 40°C atau lebih yang diakibatkan oleh meningkatnya suhu lingkungan. Pada keadaan ini, tubuh gagal mengatur suhunya untuk tetap normal.

Heat stroke merupakan masalah kesehatan dan tak jarang dapat mengancam jiwa penderitanya. Heat stroke sering terjadi pada saat musim haji, di mana suhu di daerah tersebut dapat mencapai 40° C. Namun, kejadian ini dapat terjadi di daerah mana pun yang mengalami peningkatan suhu ekstrim. Orang yang bekerja di bawah sinar matahari dalam waktu lama (termasuk olahragawan) merupakan yang paling sering berpotensi untuk menderita heat stroke.

Selain itu, heat stroke juga dapat terjadi pada kebiasaan memasuki mobil yang terparkir lama di bawah sinar matahari tanpa menunggu suhu di dalam mobil untuk turun terlebih dahulu. Pasalnya, menurut penelitian yang dilakukan, suhu di dalam mobil yang terpakir di bawah sinar matahari dapat mencapai hingga 49° C.

Beberapa gejala heat stroke, antara lain:

  1. Suhu tubuh meningkat hingga 40° C atau lebih.
  2. Penderita mengalami penurunan kesadaran dengan gambaran lemas, bicara meracau, atau pingsan.
  3. Produksi keringat sangat sedikit atau bahkan tidak memproduksi keringat sama sekali, walaupun berada di bawah terik matahari.
  4. Sebelum mengalami penurunan kesadaran, penderita mengaku merasa pusing, sakit kepala dan seluruh tubuh menjadi lemas.
  5. Pada beberapa kasus, gejala dapat disertai kejang, terutama jika hal ini menyerang anak-anak.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah heat stroke, antara lain:

  1. Hindari beraktivitas terlalu lama di bawah sinar matahari/di luar rungan.
  2. Banyak konsumsi air mineral untuk mencegah dehidrasi. Pasalnya, air dapat membantu regulasi tubuh dalam mengatur suhu.
  3. Hindari terlalu banyak mengonsumsi teh atau kopi karena kedua minuman tersebut merangsang kita untuk banyak berkemih.
  4. Hindari menggunakan pakaian yang terlalu tebal saat berada di bawah sinar matahari.
  5. Hindari kebiasaan langsung memasuki kendaraan yang terparkir lama di bawah sinar matahari.

Pertolongan pertama saat terjadi heat stroke

Prinsip pertolongan pada penderita heat stroke adalah menurunkan suhu tubuh penderita dengan cepat. Hal ini dilakukan guna mencegah komplikasi yang terjadi, seperti shock akibat dehidrasi, dan mencegah kerusakan otak. Beberapa tindakan pertolongan pertama yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Bawa penderita ke tempat yang lebih dingin/sejuk. Jika memungkinkan bawalah penderia ke ruangan yang mengandung pendingin ruangan (AC). Hindari untuk berkerumun di sekitar penderita karena hal tersebut dapat menyebabkan pelepasan panas menjadi terganggu.
  2. Lepaskan pakaian yang dapat menahan panas dari tubuh penderita. Melepaskan pakaian dapat menghilangkan panas tubuh akibat perpindahan suhu panas tubuh ke udara.
  3. Kipaskan angin ke arah penderita, jika memungkinkan gunakan kipas angin elektrik, lalu kompres tubuh pasien dengan air bersuhu normal.
  4. Perendaman penderita di air dingin. Namun, hal ini masih menjadi perdebatan di kalangan medis.
  5. Segeralah bawa penderita ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut, seperti pemasangan infus, maupun pemberian oksigen.

Fenomena equinox yang akan melanda Indonesia di klaim tidak akan menyebabkan masalah kesehatan yang berarti bagi masyarakat. Namun, tidak ada salahnya mengenal kondisi di mana sengatan panas berlebihan ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan.

Dan alangkah baiknya kita berjaga-jaga, mengingat belakangan ini suhu di Indonesia cenderung mengalami peningkatan secara drastis, dan dalam kondisi tertentu bukan tidak mungkin kita dan keluarga maupun orang di sekitar kita mengalami gejala heat stroke.

Karenanya, penting bagi Anda untuk dapat membekali anak-anak dengan minum yang cukup, terutama pada saat ia melakukan aktivitasnya, seperti bersekolah ataupun bermain. Pasalnya, aktivitas yang mereka lakukan di bawah sinar matahari sangatlah tinggi, terutama saat bermain.

0 Komentar

Belum ada komentar