Sukses

Mati Suri Dilihat dari Sisi Medis

Sampai saat ini, pengalaman mati suri masih menjadi misteri bagi beberapa orang, karena terkadang sulit diterima oleh akal sehat. Di sini dr. Mega Putri berusaha menjelaskan mati suri dari sisi medis.

Mati suri dalam kacamata medis sering disamakan dengan pengalaman mendekati kematian alias near death experience.

Mati suri kadang didefinisikan sebagai keadaan seperti mimpi dan pengalaman mengganggu yang berasosiasi dengan penggunaan obat-obatan. Beberapa ahli berpendapat bahwa mati suri disebabkan oleh beberapa aktivitas yang terjadi di dalam otak.

Namun hingga saat ini, fenomena mati suri belum dapat sepenuhnya dijelaskan. Lantas, bagaimana misteri mati suri ini jika dilihat dari sisi medis?

Beberapa hal di bawah ini bisa menjelaskan kenapa mati suri bisa terjadi pada seseorang:

  • Berkaitan dengan fase tidur seseorang

Salah satu kemungkinan penyebab terjadinya mati suri adalah fase tidur Rapid Eye Movement (REM) atau fase nyenyak, yakni ketika seseorang mengalami mimpi. Di dalam fase ini, terjadi kelumpuhan otot utama, sistem pernapasan yang berjalan lebih cepat dari biasanya, dan gerakan mata yang cepat. Saat fase ini mengalami gangguan, maka seseorang mungkin mengalami kelumpuhan sementara saat bangun dari tidur.

Hal lain yang mungkin terjadi adalah adanya halusinasi penglihatan atau pendengaran selama masa peralihan dari tidur menuju kondisi terjaga atau sebaliknya. Pada kasus mati suri, otak kemungkinan mencampurkan kondisi tidur dan kondisi terjaga secara sekaligus. Normalnya, fase ini akan dibedakan secara mendetail sehingga jelas mana saat seseorang terjaga atau tidur.

Beberapa ciri utama yang dirasakan mereka yang mengalami mati suri juga mirip dengan adanya gangguan fase REM ini. Misalnya saja perasaan dikelilingi cahaya, merasa terpisah dari diri sendiri, dan tidak mampu bergerak meski merasa sadar.

  • Berhubungan dengan gas karbondioksida

Pengalaman dekat dengan kematian atau mati suri juga berkaitan dengan keberadaan gas karbon dioksida di dalam tubuh seseorang.

Penelitian yang mengaitkan hal ini menyatakan bahwa adanya gas karbon dioksida kemungkinan memberikan pengaruh pada keseimbangan kimia tubuh seseorang. Ketika keseimbangan kimia di otak seseorang mengalami gangguan, maka hal tersebut mungkin memengaruhi otak sehingga yang mengalaminya seperti melihat cahaya, terowongan, atau kematian seseorang.

Pengalaman mati suri yang terkait dengan adanya gas karbon dioksida sendiri didapatkan dari para pasien yang selamat dari serangan jantung. Orang yang mengalami serangan jantung memiliki konsentrasi karbon dioksida berlebih dalam napas yang diembuskan, juga terkait level karbon dioksida dan kalium dalam darah.

0 Komentar

Belum ada komentar