Sukses

Serba-serbi White Tea

Pernahkah Anda mendengar tentang ‘white tea’? Dibandingkan dengan green tea, mungkin white tea kurang populer di telinga Anda. Tapi jangan salah, khasiatnya tidak kalah dengan jenis teh lainnya!

Teh merupakan minuman yang digemari hampir seluruh kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Baik dengan tambahan gula, susu atau buah-buahan, semua sama enaknya.

Tak hanya rasanya yang menyegarkan, teh ternyata juga memiliki segudang manfaat, salah satunya adalah sebagai antioksidan. Salah satu jenis teh yang memiliki kandungan antioksidan tinggi adalah white tea atau teh putih.

Apa itu white tea?

White tea, sama seperti jenis teh lainnya, berasal dari tumbuhan Camellia sinensis. White tea dipanen saat daun teh masih menguncup dan belum membuka sepenuhnya. Kuncup daun teh yang masih muda tersebut masih ditutupi bulu halus berwarna putih sehingga sering juga disebut Asian Silver Needle Tea.

Bagaimana pemrosesan white tea?

Yang membedakan berbagai jenis teh satu dengan yang lain adalah proses oksidasinya. Proses oksidasi adalah seberapa lama daun teh tersebut terpapar oleh oksigen setelah daun teh dipanen. Semakin lama daun teh terpapar oksigen, maka warna daun teh akan semakin gelap dan rasanya akan semakin kuat.

White tea diproses secara minimal dan tidak melalui proses oksidasi. Sesaat setelah kuncup daun teh dipetik, daun teh akan melayu dan kemudian akan dikeringkan secara alami. Proses ini yang membuat white tea memiliki rasa yang lembut dan tidak tajam seperti halnya black tea.

Apakah manfaat white tea untuk kesehatan?

Teh mengandung polifenol seperti flavonoid dan epigalokatekin galat (EGCG) yang berfungsi sebagai antioksidan. Di dalam tubuh, antioksidan berperan untuk menangkal radikal bebas. Radikal bebas yang berlebih dapat menyebabkan timbulnya peradangan serta mempercepat proses penuaan.

Sama seperti jenis teh lainnya, white tea mengandung antioksidan yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, menjaga kesehatan kulit, menurunkan risiko kanker dan mencegah proses penuaan.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di International Journal of Food Science, apabila dibandingkan dengan green tea, white tea memiliki kandungan katekin (antioksidan) yang lebih tinggi yaitu sebanyak 14.40 - 369.60 mg/g. Sedangkan green tea memiliki kandungan katekin sebanyak 21.38 - 228.20 mg/g. 

0 Komentar

Belum ada komentar