Sukses

Ludah Manusia Bisa Sembuhkan Luka?

Ludah manusia dianggap berkhasiat untuk menyembuhkan luka. Bahkan, banyak orang sudah mempraktikan metode ini sejak lama. Simak penjelasannya dari sisi medis.

Apakah Anda pernah diajarkan untuk memberikan ludah untuk luka di tubuh? Ataukah, kebiasaan ini justru rutin Anda lakukan?

Praktik memberikan ludah untuk luka sepertinya telah dilakukan sejak lama, tanpa diketahui siapa yang memulainya. Namun tahukah Anda, ternyata ludah benar-benar memiliki khasiat untuk mempercepat penyembuhan luka!

Beberapa penelitian medis telah memberikan bukti untuk hal ini. Salah satu contoh yang cukup jelas terlihat adalah luka di rongga mulut. Luka di area tersebut lebih cepat sembuh dan lebih jarang memberikan bekas.

Padahal, area mulut sangat terekspos berbagai gaya mekanik yang berisiko menyebabkan cedera-cedera ringan di mulut (misalnya makanan yang tajam dan keras). Salah satu faktor yang melibatkan hal ini, dipercaya adalah akibat adanya ludah yang terus-menerus mengaliri area tersebut.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa ludah dapat mempercepat penyembuhan luka:

  1. Ludah mengandung berbagai macam protein yang berperan dalam tahap penyembuhan luka. Salah satunya adalah ‘faktor jaringan’ yang berada dalam eksosom (bagian kecil) dari ludah. Faktor jaringan ini mampu mempercepat pemberhentian darah dari luka.
  2. Ludah mengandung ‘faktor pertumbuhan’ yang mendorong pembelahan sel-sel penyusun kulit, sehingga pembaruan sel yang rusak berlangsung lebih cepat.
  3. Ludah mengandung histatin, yang diketahui dapat mempercepat perpindahan sel-sel pertahanan dan perbaikan tubuh.
  4. Ludah mengandung opiorphin, suatu protein yang memiliki efek analgesik (mengurangi nyeri), meskipun cepat terdegradasi.
  5. Ludah diketahui mengandung zat antimikroba yang dapat mencegah infeksi kuman, yang disebut IgA sekretori.

Dengan bukti-bukti tersebut, tidak heran jika budaya memberikan ludah untuk luka bertahan cukup lama dan diteruskan oleh berbagai generasi. Dari sebuah penelitian pada kelinci, ditemukan bahwa pemberian ludah pada luka buatan di punggung kelinci dapat mempercepat penyembuhan luka dibanding luka yang hanya dibersihkan dengan air biasa.

Kesimpulannya, ludah manusia memang bisa bermanfaat untuk penyembuhan, namun metode ini tetap ada batasnya. Untuk luka yang cukup luas dan berat, pemberian ludah saja tidak memiliki efek yang berarti untuk mempercepat penyembuhan luka. Selain itu, bila kebersihan mulut kurang terjaga dengan baik (contohnya, jarang sikat gigi), sebaiknya tidak sembarangan memberikan ludah karena dapat memindahkan kuman bakteri dalam mulut pada luka.

Sumber:

  1. Jia J, Sun Y, Yang H, Wang X, Liu L,et al. Effect of Human Saliva on Wound Healing. Zhongguo Xiu Fu Chong Jian Wai Ke Za Zhi. 2012 May;26(5):563-6.
  2. Brand HS, Veerman EC. Saliva and Wound Healing. Chin J Dent Res. 2013;16(1):7-12.

0 Komentar

Belum ada komentar