Sukses

Benarkah Olahraga Dapat Mengatasi Depresi?

Olahraga sering dikatakan dapat menjadi suatu jenis terapi untuk mengatasi depresi. Namun, benarkah demikian? Berikut info medis dari dr. Dewi Ema Anindia.

Ada berbagai pilihan yang dapat dilakukan sebagai dukungan untuk mengobati seseorang yang mengalami depresi. Psikoterapi dan obat-obatan jenis antidepresan adalah jenis penanganan yang paling efektif untuk mereka yang mengalami depresi.

Namun, banyak orang yang beranggapan bahwa olahraga juga dapat membantu meringankan gejala depresi. Walaupun hal ini masih dalam perdebatan di antara para peneliti, banyak psikolog/psikiater yang menggunakan olahraga sebagai strategi untuk mengatasi depresi.

Depresi memiliki berbagai gejala, beberapa tanda-tanda dasar termasuk merasa down/sedih dalam waktu yang lama, kegelisahan dan kurangnya kenikmatan, serta kurangnya minat walaupun saat melakukan hobi dan kegiatan sehari-hari yang disenangi.

Orang yang mengalami depresi akan sering merasa lesu dan akhirnya tidak dapat melakukan aktivitas fisik dengan maksimal. Olahraga, seperti berjalan, jogging, bersepeda, berenang, dan hiking, merupakan hal yang sering direkomendasikan untuk dilakukan guna mencegah, bahkan menghilangkan depresi.

Pasalnya, olahraga bisa menimbulkan kesempatan seseorang yang sedang depresi untuk bersosialisi dan menjadi aktif. Selain itu, berolahraga juga memiliki efek positif pada metabolisme otak, dan juga untuk mengatasi depresi itu sendiri.

Para peneliti dari Cochrane Collaboration, yang merupakan jaringan internasional peneliti kesehatan, menguji manfaat dari olahraga untuk para penderita depresi. Terdapat 39 penelitian yang melibatkan hampir 2.330 partisipan yang menggunakan olahraga sebagai alat untuk mengatasi depresi. Sebagian besar studi-studi tersebut meneliti olahraga jogging dan berjalan, dan beberapa studi lainnya meneliti olahraga bersepeda, serta latihan beban.

Jenis olahraga yang diteliti tersebut melibatkan mereka yang mengalami depresi untuk berlari selama 1 sampai 16 minggu. Hasil dari studi-studi tersebut menunjukkan bahwa olahraga hanya berpengaruh kecil dalam mengatasi depresi yang terjadi.

Orang-orang yang berpartisipasi dalam program penelitian tersebut mengalami pengurangan rata-rata munculnya gejala depresi yang ringan dibandingkan dengan orang yang tidak berpartisipasi dalam kegiatan olahraga tersebut. Kedua kelompok dalam penelitian tersebut tidak menerima pengobatan dalam bentuk lainnya, sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam banyak kasus depresi, ternyata obat-obatan untuk depresi memang merupakan pilihan terapi utama.

Namun demikian, olahraga harus tetap dilakukan bersamaan dengan pengobatan standar. Hal ini sehubungan dengan hasil penelitian yang menyebutkan bahwa olahraga dapat membantu meringankan sedikit gejala depresi, atau mungkin juga bisa menjadi alternatif bagi orang-orang dengan depresi ringan yang tidak memerlukan pengobatan segera.

0 Komentar

Belum ada komentar