Sukses

Pekan Imunisasi Nasional Polio: Penting, Aman, dan Halal

Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2016 merupakan pekan imunisasi yang akan diselenggarakan pada tanggal 8-15 maret 2016. Berikut pembahasan terkait Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio oleh dr. Karunia Ramadhan.

Poliomelitis atau yang lebih dikenal dengan penyakit polio adalah kelainan yang disebabkan oleh infeksi virus yang disebut dengan poliovirus. Poliovirus ini menyerang otot dan saraf sehingga menyebabkan kelemahan otot. Pada kasus yang berat, kejadian ini dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian.

Virus polio masuk kedalam tubuh melalui saluran pencernaan dan menyebar ke seluruh tubuh. Gejala yang dapat ditimbulkan berupa demam, muntah, kekejangan otot, serta dapat merusak sistem saraf dan menyebabkan kelumpuhan permanen.

Selain itu, polio juga dapat menyebabkan kelumpuhan pada sistem pernapasan dan otot-otot untuk menelan sehingga dapat berakhir pada kematian. Virus ini 90% menyerang anak usia balita, dan angka yang tertinggi terjadi pada usia 0-3 tahun.

Sekilas mengenai Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2016

Di Indonesia, masih ditemukan beberapa kasus polio baru. Hal ini menunjukkan bahwa penyebaran virus polio di Indonesia belum berhenti hingga saat ini. Oleh karena itu, dalam usaha menghentikan penyebaran virus tersebut pemerintah mengadakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio tahun 2016.

Tujuan umum diadakannya PIN Polio ini adalah tercapainya eradikasi polio di dunia pada akhir tahun 2020.

Tujuan khusus PIN Polio, antara lain:

  1. Memastikan tingkat imunitas terhadap polio pada populasi cukup tinggi, dengan cakupan >95%
  2. Memberikan perlindungan secara optimal dan merata pada kelompok umur 0-59 bulan terhadap kemungkinan munculnya kasus polio.

Sasaran peserta PIN Polio adalah balita yang berusia 0-59 bulan tanpa memandang status imunisasi.

Walaupun balita telah mendapatkan imunisasi polio wajib pada usia 0, 2, 4, dan 6 bulan, balita tersebut tetap harus mendapatkan vaksin dari program ini dengan harapan semakin meningkatkan kekebalan tubuh balita terhadap terjadinya infeksi polio.

Namun, apakah vaksin pada PIN Polio penting dan aman? Mengingat polio dapat menyebabkan kelumpuhan permanen sehingga dapat mengganggu masa depan anak, vaksin polio sangatlah penting untuk dilakukan guna mencegah anak terinfeksi penyakit tersebut. Vaksin yang diberikan diklaim aman dan tidak memiliki efek samping. Namun demikian, akan sangat aman jika pemberian vaksin diberikan pada keadaan anak sehat, dan ditunda pemberiannya ketika anak sakit.

Lalu, apakah vaksin PIN Polio halal? Kementerian kesehatan telah memberikan pernyataan bahwa vaksin tetes yang diberikan pada Pekan Imunisasi Nasional (PIN) adalah halal dan terbebas dari komponen, seperti enzim pada babi.

Untuk menjamin dan menguatkan kehalalannya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi mendukung program imunisasi di Indonesia, termasuk PIN Polio 2016 sebagaimana tercantum dalam fatwa MUI Nomer 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi yang ditetapkan pada 23 Januari 2016. Selain itu, perusahan pembuat vaksin asal Indonesia juga telah berupaya memproduksi vaksin yang proses, bahan baku dan hasil akhirnya menjadi halal. Bahkan produsen-produsen vaksin di Indonesia terjamin keamanan dan kehalalannya oleh BPOM dan MUI sehingga masyarakat Indonesia tidak perlu merasa khawatir.

Untuk itu, jangan ragu untuk membawa balita Anda ke Posyandu, Pustu, dan Polindes terdekat untuk mengikuti Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2016 pada tanggal 8-15 maret 2016. Dengan mendapatkan vaksin polio kita harapkan anak akan tumbuh menjadi generasi muda yang sehat dan memiliki masa yang lebih baik.

0 Komentar

Belum ada komentar