Sukses

Ngemil Meningkatkan Risiko Gigi Berlubang

Tahukah Anda bahwa selain dapat meningkatkan risiko kegemukan, ngemil juga dapat meningkatkan risiko gigi berlubang? Baca informasi selengkapnya di sini!

Ngemil atau snacking adalah istilah ketika seseorang mengonsumsi makanan kecil di sela-sela waktu makan besar. Anda juga sering melakukannya? Wah, Anda patut waspada, ya! Selain peningkatan berat badan, bahaya sering ngemil juga berisiko membuat gigi berlubang

Bagaimana Ngemil Dapat Menyebabkan Gigi Berlubang?

Makanan kecil yang biasa disantap di sela-sela waktu makan dapat beragam bentuknya. Antara lain, cokelat, biskuit, dan juga keripik (baik yang asin maupun manis).

Kudapan jenis ini memang berpotensi bikin naik berat badan bahkan hingga obesitas jika berlebihan dikonsumsi, apalagi sering dilakukan di malam hari.

Selain itu, tanpa Anda sadari, ternyata ngemil juga bisa meningkatkan risiko gigi berlubang alias gigi bolong. Lho, bagaimana bisa?

Artikel lainnya: Membiarkan Gigi Berlubang Terlalu Lama? Ini Akibatnya!

Anda perlu mengetahui kalau jenis kudapan manis dan keripik merupakan makanan yang bersifat kariogenik atau penyebab gigi berlubang. Jika sisa makanan tertinggal di permukaan dan sela-sela gigi maka akan menjadi ‘santapan’ untuk bakteri.

Kemudian, bakteri tersebut memproduksi asam yang dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan gigi, hingga akhirnya membuat gigi berlubang.

Selain alasan tersebut, konsumsi makanan manis di sela-sela waktu makan juga membuat gigi akan sering berkontak dengan larutan gula. Ini juga memperbesar risiko terjadinya gigi berlubang.

Bila dibiarkan, gigi bolong ini dapat mengganggu aktivitas karena menimbulkan rasa ngilu dan sakit pada fase tertentu.

Jika gigi berlubang sampai pada bagian saraf dan tidak dirawat, maka bisa membahayakan kesehatan tubuh. Hal ini dikarenakan bakteri yang terdapat pada lubang gigi terbawa peredaran darah dan dapat menginfeksi organ tubuh lain.

Artikel lainnya: Benarkah Gigi Berlubang Bisa Picu Penyakit Jantung?

1 dari 2 halaman

Apa Solusinya?

Jadi, apakah Anda sama sekali tidak boleh ngemil? Tentu saja masih boleh. Hanya saja, jika ingin makan kudapan di antara waktu makan, Anda harus memperhatikan beberapa hal supaya agar bahaya ngemil tidak menghampiri Anda.

Berikut tipsnya untuk Anda:

  1. Pilihlah makanan yang berserat seperti buah-buahan, kacang-kacangan, sayuran, keju dan juga yoghurt. Menurut Advanced Nutrition Journal, pemilihan camilan yang tepat dapat mempertahankan bahkan menurunkan berat badan.
  2. Hindari makanan manis, lengket, dan berkalori tinggi. Jenis makanan ini akan mudah menempel di sela-sela gigi sehingga berisiko menyebabkan gigi berlubang. Usai makan camilan jenis ini, sebaiknya segera berkumur dengan air putih.
  3. Hindari juga minuman yang manis yang tinggi kandungan gula. Terutama minuman yang butuh waktu lama untuk menghabiskannya. Itu karena membuat gigi dibanjiri dengan larutan manis dalam waktu yang cukup lama.
  4. Agar bahaya ngemil tidak menghampiri Anda, hindari juga minuman dengan kadar asam yang tinggi. Jika Anda mengonsumsi makanan atau minuman yang asam, sebaiknya tunggu 1 jam sebelum menyikat gigi.
  5. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan gigi dengan menyikatnya 2 kali sehari secara teratur menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride selama 2 menit.
  6. Rawat gigi dengan rutin membersihkan plak dan karang gigi setiap 6 bulan sekali di dokter gigi. Tindakan ini berguna untuk membersihkan sisa makanan yang terselip di sela-sela gigi atau area gigi yang tidak terjangkau oleh bulu sikat gigi.

Dengan memahami risiko dan bahaya ngemil, diharapkan Anda dapat mencegah kenaikan berat badan yang berlebihan sekaligus mencegah risiko terjadinya gigi berlubang. Kesehatan gigi dan tubuh secara keseluruhan pun dapat selalu terjaga.

Untuk membaca informasi kesehatan gigi dan mulut lainnya, Anda bisa download aplikasi Klikdokter melalui Apps Store dan Google Play Store.

[HNS]

0 Komentar

Belum ada komentar