Sukses

Kerokan, Manfaat dan Efek Sampingnya

Kerokan sering dijadikan sebagai pengobatan alternatif masuk angin atau kondisi sekadar tidak enak badan. Tapi, sudahkah Anda mengetahui tentang efek sampingnya?

Kerokan merupakan terapi tradisional yang sudah sejak lama dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Kerokan tidak hanya populer di Indonesia, namun juga dikenal di berbagai negara seperti Vietnam dan Tiongkok.

Kerokan dikenal dengan istilah Gua Sha di Tiongkok. Teknik Gua Sha dibawa oleh imigran Tiongkok sampai ke dunia barat. Kerokan biasanya menggunakan batu giok atau benda tumpul lainnya.

Lalu, bagaimana kerokan ditinjau dari sisi medis?

Cara Kerja Kerokan

Kerokan dilakukan dengan menggesekkan benda ke kulit secara berulang, sampai timbul warna kemerahan pada kulit. Pada saat dikerok, biasanya orang juga menggunakan sejenis minyak untuk membantu melumaskan kulit.

Apa yang menyebabkan warna kemerahan pada kulit saat dikerok? Warna kemerahan saat dikerok merupakan pelebaran dan pecahnya pembuluh darah di bawah kulit. Kerokan tidak hanya menimbulkan pelebaran pembuluh darah, tetapi juga meningkatkan sirkulasi darah ke otot. Selain itu, kerokan dapat menaikkan endorfin yang membuat perasaan nyaman dan segar.

Kerokan dari Sisi Medis

Layaknya pengobatan alternatif lainnya, sampai saat ini belum ada penelitian skala besar yang mempelajari tentang manfaat kerokan. Sebuah riset kecil pernah dilakukan dan menyimpulkan bahwa kerokan bermanfaat dalam mengurangi nyeri leher kronis, apabila dibandingkan dengan penggunaan thermal pad.

Tidak dapat dimungkiri bahwa kerokan memiliki manfaat yang sudah banyak dirasakan oleh masyarakat. Namun, teknik kerokan yang benar juga perlu diperhatikan. Karena teknik kerokan yang salah bukannya membawa manfaat, tapi malah dapat mendatangkan penyakit.

Kerokan menyebabkan terbukanya pori-pori kulit dan pecahnya pembuluh darah kecil. Jika kerokan dilakukan dengan bahan-bahan yang tidak bersih, maka dapat membuat bakteri masuk ke dalam kulit. Hal ini kemudian bisa menimbulkan infeksi pada kulit.

Selain itu, kerokan lebih baik dihindari pada pasien dengan gangguan darah (misalnya leukemia), karena dapat menyebabkan perdarahan yang sulit dikontrol.

0 Komentar

Belum ada komentar