Sukses

Seputar Gula di Kehidupan Anda

Gula merupakan penghasil rasa manis yang rasanya sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Berikut pembahasan seputar gula di kehidupan Anda oleh dr. Kartika Mayasari.

Gula yang sering di kambing hitamkan sebagai penghancur diet Anda ternyata bisa menjadi sesuatu hal untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Pasalnya, gula sering dianggap sebagai pengganggu oleh para pelaku diet.

Diet detoks gula atau yang biasa disebut diet tanpa mengonsumsi gula sedang menjadi tren di kalangan pelaku diet. Diet tersebut menjanjikan akan membantu Anda menurunkan berat badan Anda secara permanen.

Apakah Anda benar-benar ketagihan terhadap gula? Beberapa orang mengonsumsi makanan manis dengan cara yang tidak sehat, meskipun mungkin tidak kecanduan dalam arti yang sebenarnya. Beberapa tanda Anda telah kecanduan gula adalah Anda mendambakan gula setiap saat, Anda akan merasakan kehilangan kendali jika melihat makanan manis, dan Anda akan makan lebih banyak dari yang direncanakan jika Anda mengonsumsi sesuatu yang manis.

Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan terkait konsumsi gula:

Otak Anda butuh gula

Bahan bakar setiap sel dalam otak adalah gula. Otak Anda juga melihat gula sebagai “hadiah” untuknya. Hal ini terkadang membuat Anda tetap ingin mengonsumsi gula dalam jumlah yang berlebih. Jika Anda sering makan banyak gula, Anda akan menjadi susah untuk menghilangkan kebiasaan tersebut.

Saat gula rendah

Tubuh Anda membutuhkan gula untuk memindahkan glukosa dari aliran darah ke dalam sel Anda untuk energi. Untuk melakukan hal ini, pankreas membuat hormon insulin. Akibatnya, tingkat gula darah Anda mungkin akan menurun secara tiba-tiba. Perubahan yang cepat ini kadang akan membuat tubuh Anda gemetar dan membuat Anda mencari sesuatu yang manis untuk dikonsumsi guna mengembalikan gula yang hilang cepat tersebut.

Melatih indra perasa Anda untuk tidak merasakan sesuatu yang sangat manis

Anda tidak perlu menggunakan gula sebanyak yang Anda inginkan setiap saat. Bahkan, Anda dapat melatih selera Anda untuk menikmati hal-hal yang tidak manis. Cobalah untuk mengurangi satu jenis makanan manis dari porsi makanan Anda setiap minggunya, misalnya mengurangi untuk mengonsumsi kue manis sebagai makanan penutup setelah makan malam, atau mengurangi porsi gula pada kopi atau sereal yang Anda konsumsi.

Seiring waktu, Anda akan terbiasa untuk menjaga porsi gula yang Anda konsumsi sehingga kebutuhan Anda untuk rasa manis dari gula dapat dibatasi.

Pilih rasa manis yang baik untuk Anda

Anda tidak harus menolak pada rasa manis, namun Anda dapat memperoleh rasa manis dari sumber lain selain gula. Cobalah mengonsumsi buah segar atau buah bubur oat meal. Coba juga buah yang dikeringkan, dibekukan, atau buah kemasan kaleng yang memiliki kadar gula tambahan yang tidak terlalu banyak. Selain itu, segelas susu rendah lemak atau yoghurt rendah gula juga bisa menjadi pilihan Anda.

Konsumsi Protein

Mengonsumsi protein adalah cara mudah untuk menekan keinginan Anda untuk mengonsumsi gula. Makanan tinggi protein dicerna lebih lambat. Hal ini membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

Protein tidak membuat gula darah Anda melonjak seperti yang dilakukan karbohidrat olahan dan gula. Pilihlah protein, seperti ayam tanpa lemak, yoghurt rendah lemak, telur, ataupun kacang-kacangan.

Isi perut Anda dengan Serat

Serat membantu melawan gula dalam banyak cara. Selain itu, serat juga membuat perut Anda terasa penuh lebih lama. Terlebih lagi, makanan tinggi serat juga memberikan Anda lebih banyak energi. Hal ini disebabkan karena serat tidak akan meningkatkan gula darah Anda.

Berolahraga

Pada umumnya, berolahraga dapat membantu melenyapkan gula dan mengubah cara makan Anda. Dengan berolahraga, Anda akan mulai merasa lebih baik dan ingin selalu mengonsumsi makanan yang sehat.

Lakukanlah olahraga yang Anda sukai, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang selama 20 menit untuk langkah awal, lalu ditingkatkan menjadi 30 menit pada suatu waktu. Lakukan olahraga ini secara rutin, paling tidak 5 hari dalam seminggu.

Batasi mengonsumsi gula 'sehat'

Madu, gula merah, dan jus tebu mungkin terdengar sehat. Namun, makanan tersebut tetap saja mengandung gula. Walaupun berasal dari sumber yang alami, namun dapat menyebabkan gula darah meningkat. Madu dan gula mentah sedikit lebih tinggi nutrisi, namun kalori mereka masih tinggi. Jadi, ada baiknya Anda membatasi untuk mengonsumsi gula jenis ini.

Berapa banyak gula yang seharusnya dikonsumsi? Gula yang baik untuk dikonsumsi adalah gula yang porsinya tidak lebih dari 6 sendok teh  (100 kalori) setiap hari untuk wanita, dan untuk pria maksimal 9 sendok teh (150 kalori) setiap harinya.

Perlu Anda ketahui, gula yang terkandung dalam makanan mempunyai beberapa nama lain, jadi berhati-hatilah!

Berikut beberapa nama lain gula yang terkandung di dalam makanan:

  • Sirup agave
  • Sirup beras merah
  • Tinggi fruktosa sirup jagung
  • Dekstrosa
  • Sari tebu
  • Glukosa
  • Laktosa
  • Sirup malt
  • Sukrosa

Menghindari makanan yang banyak mengandung gula tersembunyi

Gula dapat bersembunyi di makanan dan Anda tidak akan menduganya. Meskipun terasa tidak manis, namun tetap memiliki banyak gula, misalnya pada saus tomat, saus barbeque, dan saus pasta. Oleh karena itu, biasakanlah untuk membaca label sebelum Anda mengonsumsi jenis makanan tertentu.

1 Komentar